SIGLI – Warga Kemukiman Bambi melaksanakan Kanduri Nuzulul Quran secara serentak yang berpusat di mesjid kemukiman kecamatan Peukan Baro, Pidie, Senin 18 April 2022.
Amatan Atjehwatch.com, masyarakat dari delapan desa di kemukiman Bambi mulai memadati mesjid Darul Huda Sejak salat Asar hingga kian sore semakin ramai.
Panitia mesjid dan seluruh keuchik dan perangkat desa di delapan desa kemukiman itu ikut andil dalam kanduri Nuzulul Qur’an yang biasanya dilaksanakan di pertengahan dan akhir bulan Ramadhan di setiap tahunnya yang merupakan salah satu kearifan lokal hingga kini masih dipertahankan.
Anak-anak duduk berkelompok membentuk lingkaran, setiap kelompok terdiri antara lima sampai sembilan. Tepat di tengah lingkaran tampak hidangan kenduri Khatam Quran yang siap disantap dan dibagikan oleh panitia.
Setelah selesai giliran anak-anak dibagikan kanduri, baru setelah itu di siapkan untuk buka puasa bersama seluruh masyarakat yang ada di Kemukiman Bambi.
Sebelum menyantap hidangan yang memang sudah disiapkan oleh masyarakat itu sendiri terlebih dahulu mengkhatam Al-Qur’an, berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta berdoa bersama. Prosesi ini biasanya berbeda di setiap gampong yang ada.
Setelah buka puasa bersama juga akan melakukan Tarawih berjamaah hingga ceramah atau tausiah hingga selesai.
Tokoh Muda Bambi Fauzan A Rahman berharap tradisi Kanduri tamatan “Nuzulul Qur’an” itu terlestarikan dan mari sama-sama menjaganya hingga turun-temurun kedepan di bumi Aceh tercinta
“Kenduri tamat merupakan salah satu budaya Aceh yang harus sama-sama kita jaga agar tidak tergerus di era modern saat ini. Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie harus terus mensupport, supaya tradisi syukuran ‘peutamat’ Al-Qur’an tidak akan pernah hilang di bumi Serambi Mekkah ini,” ujar Fauzan A Rahman Tokoh Muda Bambi.[Mul]










