Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Seperti Ini Konsep dan Tata Ruang Ibukota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
29/08/2019
in Feature
0

PEMERINTAH sudah mengumumkan lokasi ibukota baru akan berada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Tepatnya, lokasi ibukota baru berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi ibukota baru itu dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada awal pecan ini. Jokowi mengklaim pemilihan lokasi ibukota baru telah melewati studi selama 3 tahun.

Kenapa ibukota pindah ke Kalimantan Timur? Kata Jokowi, pertama karena daerah tersebut minim resiko bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung api, dan tanah longsor.

“Kedua, lokasinya yang strategis, berada ditengah-tengah Indonesia. Yang ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Yang keempat, telah memiliki infrastruktur yang relative lengkap. Dan kelima, telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare,” kata Jokowi melanjutkan.

Konsep Awal Desain Ibukota Baru

Pemerintah menargetkan pembangunan ibukota di Kaltim dimulai 2020, dan paling lambat, pusat pemerintahan sudah berpindah dari Jakarta di tahun 2024. Kepala Bappenas, Bambng Brodjonegoro mengatakan sejumlah persiapan akan dirampungkan pada 2020.

“tentunya 2020, tahun depan, adalah fase persiapan sampai finalnya, maksudnya persiapan itu sudah selesai di tahun 2020, baik itu dari masterplan-nya, urban design-nya, building design-nya, sampai dasar perundang-undangannya,” kata dia, pada Senin lalu, seperti dilansir laman Setkab.

Sesuai penjelasan Bambang, kawasan induk ibokota baru menempati lahan seluas 40 ribu hektare, dan kedepan akan diperluas hingga 180 ribu hektare.

“(Lahan) 180 ribu (hektare) itu separuhnya nanti adalah ruang terbuka hijau, termasuk hutan lindung,” ujar Bambang.

Soal desain tata ruang ibukota baru, Menteri PUPR Basuki hadimuljono menjelaskan rumusannya akan segera dibahas setelah lokasi pasti ibukota baru ditentukan.

“Setelah ditetapkan lokasinya baru kita desain kawasannya, dimana untuk meletakkan tata ruangnya, RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan), kita akan selesaikan (pada) 2019 ini, atau maksimal sampai dengan tahun 2020,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, setelah desain rampung disusun, infrastruktur dasar di ibukota baru, seperti jalan, saluran air hingga bendungan, akan dibangun mulai 2020. Lalu, pembangunan gedung pemerintahan dan lembaga negara lainnya dilakukan. Total waktu konstruksi diperkirakan 3-4 tahun.

Saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk menyampaikan kuliah umum pada 27 Agustus 2019 lalu, Basuki mengklaim desain ibukota baru akan berstandar internasional.

“Kami ingin mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional, menjadikan ikon urban design sebagai representasi kemajuan bangsa yang unggul,” ujar dia.

Dia menambahkan, pemerintah sudah mengkaji 78 proses pemindahan ibukota negara-negara di dunia untuk menghindari kesalahan.

“(Pengalaman di) Canberra, Putrajaya dan Brasilia sebagai contoh, kita tidak ingin seperti itu,” lanjut Basuki.

Dia juga menjamin pembangunan ibukota baru akan memperhatikan aspek lingkungan. Lahan bekas perkebunan sawit dan tambang batu bara di sekitar ibukota baru pun akan dihijaukan.

“Konsepnya A City in The Forest. Di hutan Soeharto banyak bekas ilegal sawit, akan dihutankan lagi,” katanya.

Adapun dalam dokumen Kementerian PUPR bertajuk “Gagasan Rencana dan Kriteria Desai Ibukota Negara,” ada wacana agar tata kota ibukota baru mencerminkan identitas bangsa. Pusat kota misalnya, didesain mengikuti bentuk tameng simbol Pancasila di dada Garuda. Kemudian, di tengahnya ada bidang berbentuk segi lima tempat tugu monument Pancasila berdiri. Titik tengah itu berada segaris dengan lokasi Istana Negara.

Usulan Ridwan Kamil dan Kritik soal Desain Ibukota Baru

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang juga seorang arsitek, sempat mengkritik desain awal ibukota baru. Ia menilai lahan untuk ibukota baru terlalu luas.

“Asumsinya lahannya terlalu luas, 200 ribu hektare untuk 1,5 juta penduduk, menurut saya boros lahannya. Contohnya Brazil, itu Brasilia sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah, dan lain-lain. Myanmar juga sama sepi,” kata Emil pada awal pecan ini.

Menurut dia, pengalaman Amerika Serikat saat memindahkan ibukota negara itu ke Washington DC layak dicontoh Indonesia. Sebab, luas area kota Washington DC yang dihuni 700-an ribu orang hanya 17 ribu hektare. Artinya, kata dia, jika ibukota baru akan dihuni 1 juta orang hanya butuh lahan sekitar 35 ribu hektare.

Namun, apabila lahan ibukota baru seluas 200 ribu hektare, kata Emil, “Itu kebayang borosnya aspal, kabel, infrastruktur hanya untuk mengakomodir penduduk itu”.

Emil juga menyampaikan usulannya soal desain ibukota baru itu saat menemui Jokowi di Istana Negara pada Rabu (28/8/2019). Dia mengaku menyarankan agar luas area ibukota baru dikaji kembali.

“Jangan sampai menghasilkan kota yang terlalu luas, berorientasi mobil lagi. Karena dimasa depan itu kota yang futuristik itu kota yang jalan kaki,” ujar Emil di Istana Negara, Jakarta.

Emil berharap rancangan tata ruang ibukota baru tidak mengutamakan penggunaan kendaraan pribadi, sehingga memungkinkan penduduknya berpergian untuk bekerja dengan berjalan kaki.

“Kalau kepepet baru naik public transport, dan terakhir baru naik mobil,” ujarnya.

“Orang bisa jalan kaki, malam hari ramai, jam 17.00 kantor berhenti, kotanya masih hidup. Nah, jangan kejadian (seperti) dengan ibukota-ibukota baru yang lain, malam hari sepi, karena tidak ada tempat retail, orang rumahnya jauh-jauh,” tambah Emil.

Sedangkan Manajer Kampanye Perkotaan, Tambang dan Energi Walhi, Dwi Sawung meragukan ibukota baru akan benar-benar terbebas dari masalah yang dialami Jakarta.

Meski pemerintah mengklaim ibukota baru di Kaltim akan memanfaatkan energi terbarukan dan didesain menjadi wilayah ramah lingkungan, ia menduga sumber listrik utama disana tetap PLTU batu bara.

Apalagi, Sawung mencatat ada 2 PLTU batu bara di dekat Balikpapan dan Samarinda, yang tidak jauh dari lokasi ibukota baru.

“Jadi kalau kita bilang polusi udara (Jakarta) parah, ketika pindah kesana, dia juga sedang merancang polusi udara yang sama dengan di Jakarta,” kata Sawung.[]

Sumber: Tirto.id

 

Tags: ibukota barukalimantan timur
Previous Post

Satuan Gabungan Musnahkan Dua Hektar Ladang Ganja di Tangse

Next Post

Situasi Terkini Jayapura: Massa Masih Demo, Aktivitas Warga Lumpuh

Next Post

Situasi Terkini Jayapura: Massa Masih Demo, Aktivitas Warga Lumpuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Pidie Jaya Bongkar 4 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026, 7 Tersangka Diamankan

Polres Pidie Jaya Bongkar 4 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026, 7 Tersangka Diamankan

05/05/2026
SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

05/05/2026
Darwati A. Gani Silaturahmi ke PNM, Dalami Sistem Pembiayaan Pemberdayaan Perempuan

Darwati A. Gani Silaturahmi ke PNM, Dalami Sistem Pembiayaan Pemberdayaan Perempuan

05/05/2026
Bunda PAUD Aceh Timur Turut Hadiri Upacara Hardiknas

Bunda PAUD Aceh Timur Turut Hadiri Upacara Hardiknas

05/05/2026
Illiza Melepas Keberangkatan 287 JCH Kloter I Banda Aceh

Illiza Melepas Keberangkatan 287 JCH Kloter I Banda Aceh

05/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

FK USK Lakukan Sosialisasi S2 MKM di 5 Kabupaten/Kota

Dr. H. Said Usman: USK Buka Pintu Lebar untuk S2 dan S3 Kesehatan

Seperti Ini Konsep dan Tata Ruang Ibukota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com