BOCAH itu memakai peci berwarna hitam. Wajahnya sumbrigah saat menerima hadiah.
Di sisi kanannya, ada kanak-kanak lainnya yang berpakaian putih dan peci putih pula. Ia juga menerima hadiah serupa.
Mereka adalah pemenang Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) yang diadakan Badan Kordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK-BPRMI) Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.
“Teurimong geunaseh,” ujar bocah berpeci hitam.
Tangannya melambai ke arah samping podium. Seorang wanita paruh baya membalas lambaian tangan dengan semangat.
Suasana ini terekam di acara penutupan FASI di kecamatan Peureulak Barat. Salah seorang yang menyerahkan hadiah adalah Iskandar Usman Al-Farlaky.
Anggota DPRA dari daerah pemilihan Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi, M.Si, mengapresiasi Dewan Pimpinan Kecamatan Badan Kordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK-BPRMI) Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, terkait pergelaran Festival Anak Saleh Indonesia (FASI).
“Izinkan saya sampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus BKPRMI Peureulak Barat, yang telah sukses menggelar even FASI perdana di Aceh Timur. Ini langkah yang luar biasa sehingga kedepan bisa digelar secara periodik, baik itu setahun atau dua tahun sekali,” ujar Al-Farlaky saat menyampaikan kata sambutan pada acara penutupan FASI BKPRMI Kecamatan Peureulak Barat, Minggu (23/10/2022) malam.
Iskandar mengatakan, BKPRMI sudah menjadi pilar di tengah masyarakat dalam rangka pembentukan pendidikan karakter anak, akhlakul karimah, sehingga menjadi kader islami di masa yang akan datang melalui kegiatan FASI.
“Saya juga kepingin diantara adik-adik nanti ada yang mengangkat tropi di provinsi atau Jakarta mewakili Aceh di ajang lomba FASI. Ini sebuah kebanggaan,” ujarnya.
Ketua Komisi 1 DPRA ini juga menyorot banyak anak-anak berumur remaja yang lalai dengan aktifitas yang tidak bermanfaat, tidak lagi sibuk dengan dunia pendidikan, baik memenuhi balai-balai pengajian di desa, atau tekun belajar di sekolah, sehingga mereka bisa dibanggakan sebagai kader pemimpin nantinya.
“Ini memiriskan bagi kita semua. Sebab anak-anak hari ini pemimpin di kemudian hari,” katanya lagi.
Maka, ia mengharapkan kader muda harus giat belajar, patuh orang tua, dan menghargai guru, sebagai bekal untuk kesuksesan di masa yang akan datang.
“Waktu itu akan terus berjalan. Adek-adek sekalian, imbangilah supaya kita tidak ditelan zaman,” pinta Iskandar mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. EMK. Alidar, S. Ag,. M. Hum, di tempat terpisah mengatakan bahwa pelaksanaan FASI merupakan bagian dari pembentukan generasi islami di Aceh.
Meski berbeda jenjang dan organisasi yang adakan berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama. Yaitu terbentuknya generasi muda Aceh yang islami dan unggul. Baik agama maupun umum.
“Ini bagian dari pencetak generasi islami di Aceh. Kita harapkan acara-acara serupa akan terus hadir di Aceh sehingga generasi Aceh akan siap menghadapi tantangan di masa depan dan menjaga marwah Aceh,” kata dia.
Festival Anak Sholeh menjadi agenda kegiatan tahunan dengan tujuan melatih pengembangan pribadi anak yang baik sebagai generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah.

“Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini sangat kita dukung penuh,” kata dia.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua BKPRMI Kabupaten Aceh Tgk M Isa, Ketua KPA Daerah 1 Peureulak Muntasir (Age), Kapolsek Peureulak Barat, Danramil Peureulak Barat, Sekcam Peureulak Barat, para geuchik, dan tokoh masyarakat lainnya.
Sebagaimana yang perlu diketahui, prestasi fenomenal berhasil ditorehkan Kafilah Aceh pada ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke- XI Tingkat Nasional, 24 – 27 Maret 2022 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.
Hal ini disampaikan Ketua Kafilah FASI XI Aceh, Azwir Adnan, M.Ag.
“Kafilah FASI XI Aceh mendapat 12 cabang lomba yang masuk babak Final FASI XI. Tiga cabang meraih Juara 1.
Hal ini tentunya memastikan anak–anak Tartil TKA, Peragaan Shalat TKA, dan CCA TQA asal Aceh raih tiket umrah yang dijanjikan Dewan Pembina BKPRMI Pusat pada Pembukaan FASI XI,” jelas Azwir.
Keberhasilan ini, sebut Azwir, benar-benar mengangkat moral Kafilah Aceh setelah dua tahun sebelumnya kegiatan FASI XI di tunda lantaran pandemi Covid-19.
“Semua cabang ini telah menyelesaikan penampilannya pada Sabtu (26/3/2022) sore, hasil diumumkan pada saat penutupan FASI Nasional XI pada Minggu (27/3/2022) pagi di Dining Hall JSC, Palembang,” jelas Azwir.
Prestasi ini, lanjut Azwir, merupakan salah satu yang terbesar yang pernah diraih Kafilah Aceh dalam sejarah keikutsertaan Aceh pada ajang FASI Nasional.
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com









