Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

FPMPA Ingatkan Polres Simeulue Tidak Main-main dalam Kasus Polisi Pukul Remaja

Atjeh Watch by Atjeh Watch
02/02/2023
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Kasus oknum polisi berinisial I aniaya seorang remaja bernama Farhan di Simeulue, Minggu 29 Januari 2023 dini hari menjadi persoalan serius yang mesti diproses secara hukum dengan tegas. Pasalnya jika tak diselesaikan dengan tegas dan tuntas akan menjadi boomerang bagi kinerja institusi Polri di mata masyarakat.

“Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga, jangan sampai gara-gara prilaku oknum polisi I yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang notabenenya seorang remaja, namun tak ditindaklanjuti dengan baik sebagaimana mestinya, malah akan berimbas kepada marwah dan citra kepolisian yang menjungjung tinggi slogan presisi,”ungkap Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Muhammad Jasdi kepada media, Kamis 2 Januari 2023.

Menurut pria yang akrab disapa Jhon Jasdi, apapun alasannya aparat penegak hukum tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan terhadap warga, apalagi jika seorang remaja yang sama sekali tidak melakukan penyerangan terhadap pihak polisi.

 “Untuk itu, kami mengingatkan Kapolres Simeulue menindaklanjuti laporan korban secara adil dan tidak melakukan hal-hal yang aneh demi membela kepentingan terlapor(pelaku) meskipun itu bawahannya dan sebagainya. Dalam adigium hukum juga disebutkan justitia pereat mundus – sekalipun esok langit akan runtuh, meski dunia akan musnah, atau walaupun harus mengorbankan kebaikan, keadilan harus tetap ditegakkan. Kemudian juga Inde datae leges be fortior omnia posset – hukum dibuat, jika tidak orang yang kuat akan mempunyai kekuasaan tidak terbatas. Jadi, tak alasan karena pelaku atau terlapor adalah oknum polisi lalu dilakukan langkah-langkah tertentu untuk meringankannya,” tegasnya.

Kata Jhon, polisi seharusnya menjadi pihak yang mengayomi masyarakat bukan melakukan kekerasan kepada masyarakat. Jika ada oknum polisi yang melakukan kekerasan sudah seyogyanya ditindak tegas, karena negeri ini negeri hukum bukan negeri premanisme.

Sejak pihaknya menyimak kasus ini, ditemukan ada kejanggalan, dimana reskrim yang menyampaikan sedang melakukan pemeriksaan, namun kapolres sudah merilis kronologis yang notabenenya terkesan meringankan pelaku.

 “Seharusnya Kapolres tidak terlalu gegabah, cek dulu apakah ketika pelaku/terlapor melakukan perbuatannya dalam keadaan sadar, malah jangan-jangan dalam kondisi mabuk, atau dalam kondisi dilengaruhi obat tertentu. Dari situ nanti akan diketahui pelanggaran apa saja yang telah dilakukan anggotanya. Berikutnya apakah benar meneriaki pelaku dengan kata kotor juga harus ada bukti, belum lagi ketika kejadian berlanjut di depan sebuah bank yang disana ada cctv, seharusnya bisa dicek dulu cctv nya,” ulasnya.

FPMPA juga mengingatkan Kapolres Simeuleu untuk tidak bermain-main dalam kasus ini, karena akan berimbas kepada promoter Polri di mata rakyat.

 “Untuk itu, kami sarankan Kapolda mengambil alih kasus ini, dan pihak Mabes Polri harus memonitoring. Jika tidak selain kemungkinan-kemungkinan yang berbau rekayasa dan janggal bisa saja terjadi hingga mencoreng citra polri. Bahkan pihaknya juga meminta agar mabes Polri melakukan pengecekan kemungkinan kemungkinan keterlibatan orang kuat di Polres Simeulue dalam kasus ini sehingga dapat ditindak sebagaimana mestinya,”

Jhon melanjutkan, berdasarkan penelusuran dan monitor pihaknya, pada Rabu (1/02/2023) pelaku atau terlapor mendatangi IGD rumah sakit di Simeulue untuk melakukan visum.

Visum yang dilakukan oleh pelaku sangat memungkinkan terindikasi janggal, apalagi jika luka tersebut bukanlah bekas yang ditampar dari perlawanan oleh korban melainkan bekas tersebut malah berkemungkinan dikarenakan terlapor meminta untuk divisum setelah berlalunya suatu peristiwa atau kejadian selama beberapa hari dan bahkan setelah ditetapkan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“Anehkan, terlapor yang notabenenya pelaku sudah dilakukan penahanan karena korban tidak mau berdamai sesuai tawaran yang khabarnya berasal dari Kapolres. Lalu, kemudian terlapor yang ditahan dibawa kepoisian ke RS dengan dalih ingin visum dan meminta menginap dengan alasan 3 kali muntah. Visum pasca penahanan itu, tentunya terkesan janggal, secara lebih objektif kita melihat jika pun pelaku atau terlapor mengalami luka baru misalkan itu bahkan bisa mengarah kepada kejadian baru yang terjadi selama penahanan, tentunya ini sudah bagian yang terpisah daei laporan pelaku yang seorang polisi terhadap seorang remaja tersebut,”katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerima laporan dari pihak korban yang mana hinga saat ini pihak dari kepolisian belum menyita CCTV yang ada di depan salah satu bank Simeulue.

“Jangan sampai pula nanti rekaman CCTV nya hilang, nanti masyarakat bakal menganalogikan adegan ini seperti kisah Sambo lagi, kan sayang marwah kepolisian dirusak untuk membela kepentingan oknum polisi yang melakukan pelanggaran,”sebutnya.

Selanjutnya, kata Jhon Jasdi, jangan ada yang namanya ketidakadilan dalam kasus ini.

“Kita harapkan kemungkinan-kemungkinan adanya rekayasa yang bermuara kepada ketidakadilan tak terjadi dalam kasus laporan penganiayaan ini, kebenaran harus benar-benar ditegakkan,” tutup Jhon Jasdi dengan tegas.

Previous Post

Penyelundupan 42 Kg Sabu-Sabu ke Aceh Digagalkan, Pelaku Kabur

Next Post

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di DPP Demokrat

Next Post
Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di DPP Demokrat

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di DPP Demokrat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

08/07/2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

08/07/2026
Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

08/07/2026
Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

08/07/2026
Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

08/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

Ketua Komisi ll Surya Asmadi Dan Iwapi Panen Buah Alpukat Premium Di sawang ll

Raker Tahunan Dayah Darul Quran Aceh Perkuat Sinergi Sambut Tahun Ajaran Baru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com