Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Komite II DPD RI Akan Panggil ESDM Terkait Bau Busuk PT Medco

Atjeh Watch by Atjeh Watch
03/02/2023
in Nanggroe
0

JAKARTA – Forum Peduli Rakyat Aceh (FPRA) telah menyampaikan gugatan masyarakat Aceh Timur terkait bau busuk yang selama ini dinilai tidak diindahkan oleh perusahaan sehingga telah menyebabkan jatuhnya korban di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dinilai sangat menggangu.

“Ini tugas kita bersama bahwa keluhan masyarakat sekitar Medco hari ini harus segara diatasi, apabila perlu izin beroperasi harus dihentikan sementara sampai permasalahan nya diselesaikan. Jangan sampai ada masyarakat meninggal mendadak dari bau busuk SO2 perusahaan,” kata Muammar, MR ketua umum FPR ACEH dalam keterangan tertulis.

“Lagi-lagi Perusahaan Medco harus bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan, sosial ekonomi termasuk pendidikan warga sekitar,  jangan merusak saja. Maka kami atas pengaduan masyarakat bersama Pimpinan komite II DPD-RI  telah menyurati ESDM Dan LHK.”

Muammar MR juga menyinggung persoalan penggunaan dan penyaluran Dana CSR yang dinilai belum menyentuh hati masyarakat sekitar apalagi masyarakat umum yang ada di Aceh timur.

“Kalau kita lihat dari pendapatan perhari ini sangat luar biasa kenapa sosial ekonomi masyarakat bahkan kesehatan justru terabaikan, lebih baik PT Medco hengkang saja kalau merasa dirugikan.”

“Jadi kami minta, agar pemerintah daerah termasuk DPR untuk mengaudit dana CSR tersebut demi kemaslahatan masyarakat Aceh. Toh itupun hak masyarakat, jadi perusahaan jangan arogan dalam mengambil hasil bumi di Aceh. Kami pertegas, Jangan ada yang main mata dengan pihak perusahaan,” ujar Muammar.

“Perlu dipertegas bahwa FPRA tidak anti sama sekali dengan investasi asal perusahaan berpegang pada aturan-aturan yang ada demi kemajuan Aceh di masa yang akan datang, itu tugas kita semua seluruh elemen masyarakat Aceh.”

“Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat Aceh khususnya yang tinggal di lingkar PT Medco, Mari kita  kawal perusahaan yang sedang mengambil hasil alam dan usut tuntas jika ada permasalahan dan jangan biarkan kinerja mereka seperti company,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Abdullah Puteh selaku pimpinan komite II DPD-RI juga mengapresiasi kehadiran pengurus FPRA yang mengadukan persoalan keresahan masyarakat Aceh timur yang ada di lingkungan PT Medco E&P Malaka yang hari dalam permasalahan besar.

“Persoalan ini, kami kami tindaklanjuti dan segara memanggil pihak-pihak terkait agar pemerintah dan perusahaan bekerja secara profesional dan terbuka, karena ini menyangkut dengan kesehatan masyarakat, jangan sampai dengan adanya perusahaan justru dapat menghilangkan nyawa masyarakat, kami tidak menginginkan itu terjadi,” kata Abdullah Puteh.

Pengurus FPRA bersama Pimpinan DPD-RI saat ini sudah mendapatkan informasi dari masyarakat persoalan bau busuk dari limbah PT. Medco.

 Abdullah Puteh juga mengaku akan segera memanggil  Dirjend terkait untuk diadvokasi.

“Disana nanti kita lihat apakah perusahaan telah melakukan kejahatan atau tidak.”

“Kalau perusahaan lalai dan tidak mensosialisasi terlebih dahulu akan bahaya SO2 secara ilmiah minimal semacam forum-forum seminar yang diisi oleh akademisi maka perusahaan dapat disangsikan secara tegas, sangsi itu bisa secara Perdata atau Pidana. Itu nanti kita lihat. Yang pasti ini akan saya panggil kementerian terkait,” ujar dia.

Previous Post

Diduga Tak Sesuai Spek, YARA Minta APH Periksa Kontraktor Proyek Masjid Nyak Sandang

Next Post

Ketua DPRK Pidie Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Ada Apa?

Next Post

Ketua DPRK Pidie Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Ada Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

Para Kepala Puskesmas di Abdya Ikut Bimtek Penilaian Ketersediaan Obat

08/07/2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Ikut Ajang Internasional di Padang

08/07/2026
Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

Buka PMB Pascasarjana, STAIN MeulabohTawarkan Tiga Program Magister Unggulan

08/07/2026
Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

08/07/2026
Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

08/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Ketua Komisi ll Surya Asmadi Dan Iwapi Panen Buah Alpukat Premium Di sawang ll

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Petani Pokat,Kopi Dan Durian Sawang Sambangi Kediaman Bupati Aceh Selatan

Nyan, Pemkab Pacu Percepatan Belanja APBK Pidie Jaya di Semester Kedua

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com