SIGLI – Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten Pidie diminta mengevaluasi kinerja PPK kecamatan Padang Tiji. Ini karena ad indikasi PPK setempat melakukan kecurangan kewenangannya dengan menentukan ketua PPS sesuai keinginan PPK setempat.
Hal itu dikatakan oleh salah satu tokoh muda masyarakat setempat yang tidak mau dituliskan namanya, Kepada Atjehwatch.com, Kamis 9 Februari 2023.
Dikatakannya, Para Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kecamatan Padang Tiji melayangkan protes cara penentuan ketua PPS di desa masing masih, karena ketua PPS tidak dipilih malah ditunjuk sesuai keinginan PPK setempat.
“Kita minta KIP Pidie diminta mengevaluasi kinerja PPK kecamatan Padang Tiji,” ucap sumber yang tidak mau disebutkan namanya karena takut dengan ancaman Paw yang menjadi opini liar akhir akhir ini di Padang Tiji.
“Kami meminta kepada KIP Pidie untuk memberikan penjelasan kepada PPK kecamatan Padang tiji bagaimana mekanisme pemilihan ketua PPS. Apakah ditunjuk suka suka PPK atau dipilih oleh sesama PPS dan kami juga perlu satu aturan baku menjadi satu pegangan dalam proses penetapan ketua PPS,” katanya.
Dijelaskannya, puluhan ketua PPS yang sudah pernah ditunjuk oleh ketua PPK tiba tiba berganti nama.
“Ini harus segera diperjelas, belum apa apa sudah bermasalah, bagaimana kita akan menyukseskan pemilu penyelenggara saja tidak jelas,” kata sumber tersebut.
“Kami bukan bawahan mereka, tapi kami partner kerja, mereka di tingkat kecamatan, kami di tingkat gampong untuk menjalankan perintah undang undang menyukseskan pemilu pada 2024 mendatang,” terangnya.[Mul]










Saya setuju untuk evaluasi ulang bahkan kalau perlu di tes ulang.setahu saya pencapai nila tertinggi cat ppk pidie berada di padang tiji yang bergelar sarjanan.tapi anak2 baru gedek yang pendidikannya sma malah lulus jadi ppk