BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyiapkan sejumlah kegiatan untuk mencapai target kunjungan 2,5 juta wisatawan baik domestik maupun mancanegara pada 2023. Salah satunya adalah Festival Kuliner Aceh (ACF) yang rencananya digelar pada Juli 2023. Kemudian meningkatkan layanan homestay agar wisatawan nyaman selama liburan di Aceh.
“ACF merupakan salah satu atraksi yang terangkum dalam Khazanah Piasan Nanggroe (KPN) 2023 yang peluncurannya telah dilakukan beberapa waktu lalu di Jakarta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal di Banda Aceh seperti dilansir dari ANTARA, Minggu (5/3/2023).
Festival Kuliner Aceh merupakan agenda tahunan yang telah dinobatkan sebagai TOP 10 ajang nasional selama 2 tahun berturut-turut.
Festival ini mampu memikat pengunjung sekitar 100 ribu lebih, dengan potensi transaksi ekonomi mencapai Rp7 miliar hingga Rp10 miliar.
“ACF salah satu program unggulan Disbudpar Aceh yang kita kawal perkembangannya sejak awal, berkolaborasi dengan pihak swasta akan semakin menguatkan ACF,” ujar Almuniza.
Almuniza optimis lewat atraksi budaya yang digelar sepanjang 2023 akan mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke Aceh.
Disbudpar Aceh juga terus meningkatkan sumber daya manusia yang mengelola penginapan terutama berbentuk rumah tinggal (homestay) di daerah destinasi wisata termasuk Pulo Aceh dalam upaya memajukan pariwisata.
“Ketersediaan tempat tinggal atau penginapan menjadi hal utama bagi setiap pelancong yang akan berwisata ke setiap kawasan dan terkait layanan dan pengelolaan juga menjadi perhatian kita dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Almuniza.
Ia menjelaskan penginapan yang tersedia di setiap kawasan wisata tersebut harus standar serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap tamu. Itulah mengapa pengelola homestay perlu ditingkatkan pelayanan serta sarana dan prasarana.
Almuniza mengatakan dalam setiap tahun pihaknya ikut mengalokasikan anggaran untuk melatih para pengelola rumah tinggal yang tak lain adalah untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung dan menggunakan homestay di daerah destinasi wisata.
Pihaknya juga terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar pariwisata dapat terus berkembang karena kemajuan sektor pariwisata akan memberikan dampak pada semua sektor ekonomi.
Ia juga menambahkan bagi para pelancong yang akan berlibur ke Pulo Aceh juga tidak perlu khawatir karena di sana juga telah tersedia penginapan yang nyaman untuk ditempati saat berlibur ke daerah itu.
Ia menyebutkan total hotel bintang dan non bintang di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu sebanyak 619 hotel denga kamar 10.549 kamar.











