Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

DPRA: Kami Minta Plt Gubernur Pangkas Anggaran Pelatihan

Admin1 by Admin1
15/01/2020
in Nanggroe
0
Falevi: Ego Aceh Harus di Atas Kepentingan Partai

M Rizal Falevi Kirani

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh, M. Rizal Falevi Kirani, mengaku kaget dengan alokasi anggaran pelatihan dalam APBA yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dimana, dalam APBA 2020 ini, anggaran pelatihan mencapai Rp573 miliar. Sedangkan 2019 lalu, juga ada alokasi anggaran yang sangat besar, yaitu sebesar Rp547 miliar. Sementara 2018 senilai 521 miliar. Jika ditotal, anggaran pelatihan selama tiga tahun ini mencapai Rp1,6 triliun lebih.

“Kami sebagai anggota Dewan baru kaget dengan data alokasi anggaran untuk kegiatan pelatihan ini. Besaran anggaran yang diplot dalam APBA sungguh sangat fantastis. Rp1,6 triliun itu hampir sama dengan dua tahun APBK Pidie Jaya,” kata pria yang akrab disapa Falevi ini kepada atjehwatch.com, Rabu 15 Januari 2020.

“Kita merasa prihatin, kenapa SKPA berlomba-lomba mengusulkan anggaran untuk kegiatan pelatihan. Padahal tidak ada korelasi langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan rakyat.”

Menurut Falevi, selama bertahun – tahun kegiatan pelatihan ini dilaksanakan, tapi kinerja aparatur birokrasi Pemerintah Aceh tak pernah naik kelas. Yang banyak bekerja justeru tenaga kontrak. Sementara ASN hanya pandai menghabiskan SPPD.

“Sehingga kita harus mengalokasi honorarium pegawai kontrak hingga 500 miliar lebih. Banyak kegiatan yang harus ditunda atau dibatalkan akibat lambannya kinerja SKPA. Malah hampir setiap tahun terjadi SiLPA yang sangat tinggi. Harusnya birokrat Pemerintah Aceh malu pada rakyat.”

“Jadi, apa manfaat dari kegiatan pelatihan ini untuk rakyat dan Pemerintah Aceh? Jangan hanya sekedar menghabiskan pagu anggaran diakhir tahun. Karena itu kami meminta kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar memangkas anggaran pelatihan tersebut. Kemudian direalokasikan pada APBA-P untuk kegiatan yang sifatnya mengejar target pembangunan sesuai RPJM. Atau alihkan saja untuk anggaran JKA yang katanya defisit. Untuk itu Plt Gubernur harus memerintahkan Kepala SKPA untuk membatalkan pelatihan – pelatihan yang tidak ada manfaatnya. Cukup pelatihan yang bersifat wajib seperti Latsar CPNS, Diklat PIM dan sejenisnya saja yang dipertahankan,” kata politisi muda PNA ini.

Mulai tahun anggaran 2021 nanti, kata Falevi, DPRA juga berkomitmen akan mengawal secara ketat usulan anggaran untuk pelatihan ini.

“SKPA harus mampu menunjukkan bukti bahwa pelatihan yang diusulkan ada manfaatnya. Jika tidak substantif, maka harus dicoret. Jadi, jangan ada lagi kegiatan pelatihan yang menjadi modus untuk mengeruk keuntungan bagi sejumlah oknum di SKPA. Cukup sudah kegiatan yang hanya sekedar menghambur – hamburkan uang rakyat. Ini saya tegaskan APBA 2020 sarat dengan masalah,” kata mantan aktivis aktivis referendum Aceh ini lagi. []

Tags: apba 2020m rizal falevi kirani
Previous Post

[Opini] Dilema Doka

Next Post

Ulama Irak Sadr Serukan Unjuk Rasa Sejuta Warga Kecam AS

Next Post

Ulama Irak Sadr Serukan Unjuk Rasa Sejuta Warga Kecam AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

DPRA: Kami Minta Plt Gubernur Pangkas Anggaran Pelatihan

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com