Banda Aceh – Tim Dinas Sosial Aceh sejak Selasa, (21/11) kemarin telah turun ke lokasi bencana banjir di Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Selatan. Kehadiran Dinsos Aceh di beberapa titik lokasi bencana guna memastikan penyaluran kebutuhan pokok masa panik bagi warga yang terdampak bencana berjalan lancar. Bantuan tersebut merupakan logistik bencana (bufferstok) Pemerintah Aceh yang selama ini dipasok di Gudang sosial kabupaten/kota.
Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, A.KS, M.Si juga menginstruksikan tim bertugas di lapangan untuk membantu mendirikan tenda-tenda pengungsian guna menampung warga di sekitar titik bencana.
Saat ini, tenda pengungsian dan dapur umum telah didirikan di Desa Pasie Mesjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang melayani 1.600 jiwa, dibantu Dinsos kabupaten dan tagana setempat.
Sementara itu, di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Selatan, bantuan masa panik juga telah disalurkan langsung oleh Kadis Sosial bersama unsur forkopimda, TNI dan Polri. Sejak 3 hari lalu dapur umum mulai dibuka di Kecamatan Trumon, lokasi terparah terkena banjir bandang.
Bantuan terus berdatangan, bersama petugas Dinsos Aceh rombongan Kemensos RI ikut turun ke lokasi banjir pada Rabu, 22 November 2023. Kedatangan rombongan Kemensos sekaligus mengantarkan bantuan sandang dan pangan bagi warga. Selain bantuan, Kemensos juga mendata rumah-rumah warga yang terkena imbas bencana untuk kemudian diupayakan bantuan pasca bencana dari APBN.
Sebelumnya Pemerintah Aceh rutin memasok barang logistik bencana atau bufferstock di setiap kabupaten/kota sebagai upaya antisipasi dari dampak bencana yang terjadi.
Tercatat dari April 2023 lalu stok penyangga bencana itu telah disalurkan di Kabupaten Aceh Barat Daya, kemudian di Nagan Raya dan Aceh Jaya pada bulan Mei yang diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.
Selanjutnya melalui Dinsos Aceh, Pemerintah juga mengirimkan bufferstock ke Aceh Tenggara dan Subulussalam pada Agustus dan September 2023. Dilanjutkan Aceh Selatan dan Aceh Barat di bulan Oktober, dan terakhir bulan November untuk Aceh Singkil dan Aceh Tenggara.











