Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

Admin1 by Admin1
16/12/2023
in Internasional
0
Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

The Metropolitan Museum of Art (Museum Seni Metropolitan) di New York City, AS. REUTERS

Jakarta -Museum Seni Metropolitan atau Met di New York City, Amerika Serikat mengatakan pada Jumat, 15 Desember 2023 bahwa mereka akan mengembalikan 14 artefak berupa patung ke Kamboja dan dua ke Thailand.

Langkah ini dilakukan setelah karya-karya tersebut dikaitkan dengan seorang pedagang dan kolektor seni yang didakwa menyelundupkan barang antik hasil penjarahan.

Pemulangan benda-benda kuno tersebut dikaitkan dengan pedagang seni terkenal Douglas Latchford, yang didakwa pada 2019 atas tuduhan menyelundupkan artefak rampasan dari Asia Tenggara, kata pihak museum.

Kantor Kejaksaan AS di Distrik Selatan New York mendakwa dia memasok barang-barang antik yang dijarah ke rumah lelang besar, pedagang seni, dan museum. Selain itu, dia juga disebut memalsukan dokumentasi mengenai lokasinya memperoleh karya seni tersebut.

Latchford, yang meninggal pada 2020 di Bangkok, Thailand menurut laporan New York Times, telah membantah terlibat dalam penyelundupan tersebut.

“The Met telah bekerja keras dengan Kamboja dan Kantor Kejaksaan AS selama bertahun-tahun untuk menyelesaikan pertanyaan mengenai karya seni ini, dan informasi baru yang muncul dari proses ini memperjelas bahwa kami harus memprakarsai pengembalian patung-patung ini,” kata direktur dan CEO Met, Max Hollein, dalam sebuah pernyataan.

Pihak museum mengatakan karya seni yang dipulangkan diproduksi antara abad ke-9 dan ke-14 pada periode Angkorian dan mencerminkan pengaruh agama Hindu dan Buddha.

Situs-situs arkeologi penting Kamboja dari kerajaan Khmer kuno menjadi sasaran para penjarah selama masa kerusuhan sipil yang berkepanjangan di negara itu, dari pertengahan 1960-an hingga awal tahun 1990-an.

Artefak memasuki pasar seni internasional melalui jaringan penjarahan terorganisir dan proses penyelundupan yang digunakan Latchford untuk mendapatkan karya seninya, kata kantor Kejaksaan AS dalam dakwaannya.

Met menambahkan bahwa pemulangan artefak ini sejalan dengan janji museum tersebut untuk meninjau karya-karya dalam koleksinya dengan memperhatikan properti budaya dan praktik pengumpulan museum di masa lalu.

Sebelum pemulangan ini, pihak berwenang AS telah selama lebih dari satu dekade berupaya menemukan artefak yang dijarah dari Kamboja. Mereka pun telah memfasilitasi pengembalian artefak sebelumnya dari berbagai sumber.

Sumber: Tempo

Previous Post

Jokowi Soal Isu Rohingya: Relevan Dibahas di KTT ASEAN-Jepang

Next Post

Bidang Urais Supervisi Teknis KUA Revitalisasi di Aceh Timur

Next Post
Bidang Urais Supervisi Teknis KUA Revitalisasi di Aceh Timur

Bidang Urais Supervisi Teknis KUA Revitalisasi di Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ancaman Terhadap Amien Rais, PW Muhammadiyah Aceh: Bukan Zamannya Lagi Premanisme Mengatur Hukum

Refleksi Pidato Menteri ESDM di Hermes, Nasrul Zaman: Momentum Emas Mengunci Skema Onshore Blok Andaman

11/07/2026
Disdikbud Aceh Besar Suntik Semangat Kontingen O2SN Jelang Bertanding di Tingkat Provinsi

Disdikbud Aceh Besar Suntik Semangat Kontingen O2SN Jelang Bertanding di Tingkat Provinsi

11/07/2026
Staf Ahli Menteri Agama RI Resmikan Gedung MIN 3 Simeulue dan KUA Teupah Tengah

Staf Ahli Menteri Agama RI Resmikan Gedung MIN 3 Simeulue dan KUA Teupah Tengah

11/07/2026
Kaprodi Ilmu Hadis Perkuat Pembinaan Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Siapkan Calon Peserta PKM dan OASE 2026

Kaprodi Ilmu Hadis Perkuat Pembinaan Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Siapkan Calon Peserta PKM dan OASE 2026

11/07/2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah: Langkah Sederhana yang Menentukan Masa Depan Generasi Pidie Jaya

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah: Langkah Sederhana yang Menentukan Masa Depan Generasi Pidie Jaya

11/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

Museum Met New York Kembalikan Artefak Asia Tenggara yang Dijarah

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com