TAKENGON – Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Takengon dan Prodi PGMI IAIN Langsa melakukan Pengabdian Kolaboratif di MIN 2 Aceh Tengah, Selasa (9/1/2024).
Kegiatan yang diikuti mahasiswa, guru, staf dan dosen tersebut mengangkat tema “Sosialisasi Platform Merdeka Mengajar”.
Sebagai informasi, pada tahun ajaran 2023/2024 ini satuan sendidikan dalam lingkungan Kementerian Agama mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka untuk kelas 1 dan 4. Selanjutnya, impementasi kurikulum ini akan disusul pula oleh kelas 1, 2, 4 dan 5 pada tahun ajaran 2024/2025 nantinya.
Kepala MIN 2 Aceh Tengah, Suraiya S.Ag mengatakan, ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kelas. Platform merdeka mengajar ini menjadi alat bantu bagi guru dalam mempersiapkan kegiatan merdeka belajar bersama siswa saat berada di dalam kelas.
Di samping itu, Kepala MIN 2 Aceh Tengah menambahkan, semoga bukan hanya mata pelajaran Bahasa Arab saja yang memiliki platform serupa, melainkan seluruh mata pelajaran memiliki platform _online_ demi membantu terciptanya merdeka belajar di MIN 2 Aceh Tengah.
“Sampai saat ini, pemerintah pusat khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama semakin mempercepat sosialisasi hingga pembekalan kepada seluruh instansi Pendidikan, khususnya pendidikan tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah agar dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara merata dan menyeluruh,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dosen PGMI IAIN Suhelayanti, M.Pd.I dalam materinya. Menurutnya, pemerintah sudah berupaya membuat berbagai sumber bahan ajar di berbagai platform. Sangat banyak sumber bahan ajar yang dapat kita akses secara gratis, di antaranya adalah PINTAR Kemenag, E-book Kemenag, SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), dan masih banyak lagi.
“Ini merupakan salah satu langkah untuk meringankan beban administratif yang sering memberatkan para guru di Indonesia,” katanya.
Ketua Prodi PGMI IAIN Takengon, M Almi Hidayat, M.Pd dalam sambutannya menyampailan agar jangan sampai muncul rasa takut para guru maupun dosen terhadap hal administratif yang berakibat pada penurunan intensitas ide, kreasi dan inovasi.
“Jangan sampai esensi kita selaku pendidik, baik guru maupun dosen hilang disebabkan tuntutan administratif yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab utama seorang tenaga pendidik. Itulah kenapa interaksi kerjasama antara tenaga pendidik dengan tenaga kependidikan menjadi sangat penting,” pungkasnya. []











