Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Asap Tak Kunjung Hilang, Polri : Ada Pusaran Angin Besar di Riau

Admin1 by Admin1
17/09/2019
in Nasional
0
Asap Tak Kunjung Hilang, Polri : Ada Pusaran Angin Besar di Riau

JAKARTA – Polri mengatakan Riau menjadi tempat berkumpulnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu dikarenakan letak geografis Riau yang menjadi tempat pusaran angin di kawasan Sumatera.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, pernyataan itu didapatkan setelah pihaknya berdiskusi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dedi mengatakan putaran angin menyebabkan asap berkumpul di sana dan berpindah ke negara tetangga.

“Diskusi dengan BMKG, kenapa kumpul asapnya di Riau. Karena Riau itu merupakan tempat pusaran angin di kawasan Sumatera. (Asap) mau masuk ke Selat Malaka, putaran anginnya di Riau. Jadi asap itu berkumpul sehingga terjadi penumpukan. Kemudian (asap) lari ke negara tetangga,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Saat ditanya penanganan dari penyebab itu, Dedi menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang memiliki kapasitas untuk menanganinya.

Sementara Polri hanya berwenang dalam tataran penegakan hukumnya saja. Kendati begitu, tim gabungan penanganan karhutla di Riau sudah melakukan rekayasa air berupa penyemaian awan dan bom air atau water bombing untuk memadamkan api di Riau.

“Dari pesawat TNI AU, baik Hercules maupun Casa sudah melakukan penyemaian awan untuk hujan buatan. Water bombing satu hari lebih dari sekitar 40-50 sorti,” jelas Dedi.

Diketahui, satu sorti setara dengan 500 liter air.

Riau memang menjadi daerah dengan titik api paling parah di Sumatera.

Sementara titik api paling parah di Kalimantan ada tiga daerah, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, pihaknya mengklaim titik api kini sudah menurun. Dari hari sebelumnya sebanyak 600 titik api lebih, kini menjadi 350-400 titik api. Kebakaran juga mengecil.[]

Sumber: Gatra.com

Tags: asapkarhutlapolririau
Previous Post

Hari Koperasi Nasional ke-72 di Pusatkan di Idi

Next Post

DPR Aceh Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kemendagri, Bahas Apa?

Next Post
DPR Aceh Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kemendagri, Bahas Apa?

DPR Aceh Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kemendagri, Bahas Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

19/08/2026
Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

19/08/2026
STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

19/08/2026
Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

19/08/2026
Tausiah Subuh di Masjid Baitul Qahar, Bupati Abdya: Orang Tua Biasakan Bawa Anak-anak Shalat ke Masjid

Tausiah Subuh di Masjid Baitul Qahar, Bupati Abdya: Orang Tua Biasakan Bawa Anak-anak Shalat ke Masjid

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Asap Tak Kunjung Hilang, Polri : Ada Pusaran Angin Besar di Riau

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com