Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Orang Tuanya Dipenjara, Bocah Uighur Meninggal Membeku di Parit

Admin1 by Admin1
24/12/2019
in Internasional
0
Orang Tuanya Dipenjara, Bocah Uighur Meninggal Membeku di Parit

Jakarta – Seorang bocah Uighur berusia lima tahun yang orang tuanya dipenjara di kamp ditemukan meninggal membeku di sebuah parit di prefektur Hotan, Xinjiang.

Menurut laporan Radio Free Asia, dikutip 23 Desember 2019, kedua orang tua bocah bernama Nesrulla Yusuptohti ditahan di kamp penahanan XInjiang.

Nesrulla ditemukan meninggal di sebuah parit yang tertutup es dan salju pada Ahad, 15 Desember 2019, di kota Sampop, Kabupaten Hotan, Xinjiang.

Ibu bocah itu, Patem Rozi yang berusia 26 tahun, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena menyiarkan Islam pada 2017 dan dipenjara di Ghulja, sebuah kota sekitar 2.000 km dari Hotan, kata seorang pejabat urusan perempuan desa di kota Sampul.

Sementara sang ayah Yusup Tohti, 28 tahun, dibawa ke kamp interniran terdekat di Zona Pengembangan Ekonomi Kabupaten Lop karena istrinya didakwa secara kriminal karena masalah agama, kata pejabat.

“Kami mendengar berita kematiannya Senin ini selama upacara pengibaran bendera,” kata seorang warga di kota Sampul. “Sekretaris partai desa kami memberi tahu kami agar merawat anak-anak kami dengan baik. Menurut apa yang dia katakan, orang tuanya sedang menjalani pendidikan dan dia berada dalam asuhan kakek-neneknya, yang karena kesehatan yang buruk tidak dapat pergi.”

Wilayah Otonomi Uyghur Xinjiang (XUAR) mengelola sekitar 1.300-1.400 kamp interniran, di mana pihak berwenang diyakini telah menahan 1,8 juta etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang dituduh menganut radikalisme sejak April 2017.

Cina awalnya menyangkal adanya kamp-kamp semacam itu, namun sekarang menyebutnya sebagai sekolah asrama pelatihan kejuruan bagi warga Uighur, untuk mencegah radikalisme dan membantu melindungi negara dari terorisme.

Penduduk setempat mengatakan Nesrulla pada hari Sabtu pergi ke sungai bersama tiga atau empat anak dari lingkungan tersebut dan menghilang.

“Mereka tidak dapat menemukannya selama sehari atau lebih, jadi mereka bertanya kepada anak-anak tetangga, dan mereka menunjukkan tempat di mana dia jatuh ke air. Para tetangga kemudian membantu kakek-nenek lansia untuk menggali dia keluar dari es,” tambah sumber itu.

“Sepertinya orang tuanya tidak mengetahui ini, dan sepertinya mereka tidak kembali dari pelatihan juga. Jika mereka kembali, kami akan mengunjungi mereka dan menyampaikan belasungkawa,” kata seorang warga.

Pejabat urusan perempuan di desa mengidentifikasi kakek-nenek dari pihak ayah anak laki-laki itu sebagai Tohti Imin, 71 tahun, dan istrinya Kemer Yasin, 69 tahun, dari dusun Nomor 2 di desa Karki di kota Sampul.

“Ibu bocah itu, Patem Rozi, dihukum dua tahun lalu selama sepuluh tahun. Dia dipenjara di penjara di Ghulja, saya tidak tahu yang mana. Tetapi saya telah mendengar bahwa dia berada di penjara Karabughra di Kabupaten Kunes,” kata pejabat.

“Dia dijatuhi hukuman karena berdakwah secara ilegal,” tambah pejabat itu. “Suaminya juga ikut ditahan setelah istrinya dihukum.”

Sumber: Tempo.co

Tags: chinamuslim uighuruighur
Previous Post

Moeldoko Bantah Isu Jokowi Bentuk Geng Solo di Polri

Next Post

Setelah Silaturahmi GAM, Lantas Apa?

Next Post

Setelah Silaturahmi GAM, Lantas Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

20/04/2026
Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

20/04/2026
BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

20/04/2026
Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

20/04/2026
Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

20/04/2026

Terpopuler

Orang Tuanya Dipenjara, Bocah Uighur Meninggal Membeku di Parit

Orang Tuanya Dipenjara, Bocah Uighur Meninggal Membeku di Parit

24/12/2019

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Resmi, Ini Harga Baru BBM Non Subsidi di Aceh Sejak 18 April 2026

Satreskrim Polres Bireuen Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Pasang Spanduk di Sejumlah Titik

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com