Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

M@PPA Tolak Investasi UEA 42 Triliun di Aceh

Admin1 by Admin1
15/01/2020
in Lintas Timur
0
M@PPA Tolak Investasi UEA 42 Triliun di Aceh

BANDA ACEH – Koordinator Pusat Masyarakat Pengawal Perdamaian dan Pembangunan Aceh (M@PPA) Azwar A Gani, menyatakan menolak rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) 42 triliun di Aceh. Penolakan tersebut, menurut MaPPA, dilakukan untuk memperkuat kedudukan UUPA.

“Kami menolak investasi UEA di Aceh karena ingin memperkuat dan menyelamatkan UUPA. Jika UU PA tidak diakomodir dalam perjanjian investasi tersebut maka kita masyarakat Aceh harus menolaknya,” kata Azwar A Gani.

Menurut Azwar, penyelamatan terhadap UUPA tersebut fokus pada Pasal 8 Ayat 1.”Rencana persetujuan internasional yang berkaitan langsung dengan Pemerintah Aceh yang dibuat oleh Pemerintah dilakukan dengan konsultasi dan pertimbangan DPRA.”

Kemudian di Pasal 165 Ayat 2, berbunyi,”Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenanganya, dapat menarik wisatawan asing dan memberi izin yang terkait dengan investasi dalam bentuk penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, ekspor dan impor dengan memperhatikan norma, standar, dan prosedur yang berlaku secara nasional.”

Kedua pasal tersebut sangat rawan disalah gunakan dan akan menjadi pemicu konflik kembali antara Aceh dengan Jakarta dikemudian hari.

“Kami tidak anti pasar bebas dan investasi, tetapi makna konsultasi dan kedudukan Pemerintah Aceh dalam perjanjian investasi tersebut harus diperjelas. Investor butuh kepastian regulasi untuk keamanan investasinya, semoga Plt tidak melupakan UU PA,” kata Azwar.

Menurut Azwar, karena UUPA telah membuat Aceh berbeda dan perbedaan tersebut tidak membuat pembangunan terhambat.

“Hasil riset kami di lapangan masyarakat Aceh sangat merindukan kemajuan industri di Aceh yang dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal. Kita harus belajar dari kasus LNG Arun di Aceh Utara, ketimpangan harus kita tolak untuk mencegah kembali konflik yang dapat menghambat kemajuan Aceh.”

MaPPA juga berharap Forbes DPR dan DPD RI harus menentukan sikap untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar memperjelas bentuk konsultasi dan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud dalam UU PA serta harus melakukan pengawalan ketat terhadap Revisi UU PA yg sudah masuk Prolegnas tahun 2021.

“Forbes kami harap juga untuk dapat turut aktif mengawal semua proses rencana investasi UEA di Aceh. Forbes sudah mualai aktif pada masa sekarang, semoga isu investasi ini masuk dalam agenda Forbes,” kata Azwar. []

Tags: MaPPA
Previous Post

Komisi III DPRK Minta Pemda Aceh Utara Lakukan Sensus Aset Produktif

Next Post

DPRK Pijay Sahkan Raqan Bantuan Hukum kepada Masyarakat Miskin

Next Post

DPRK Pijay Sahkan Raqan Bantuan Hukum kepada Masyarakat Miskin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

12/02/2026
Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

12/02/2026
Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

12/02/2026
Krak, Mualem Bakal Hapuskan Sistem Barcode untuk BBM Subdisi di SPBU Aceh

Satu Tahun Mualem-Dek Fadh: Pendidikan Dayah Makin Konkret

12/02/2026
Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

12/02/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026

Pengurus KONI Abdya Dilantik, Zulkarnaini Sebagai Ketua Umum

Dana Desa Dipangkas, HBDC Ingatkan Warisan Kebijakan Era Mantan Kombatan GAM

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas Akibat Hujan

Isu Nikah Pejabat Aceh Mengemuka, Muadi Buloh: Jangan Alihkan Fokus dari Akuntabilitas Publik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com