Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ketua KPPAA: Orang Tua Punya Peran dan Tanggungjawab Untuk Awasi Anak

Admin1 by Admin1
02/02/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Setiap orang tua mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam mengawasi setiap gerak-gerik anak-anaknya. Baik ketika mereka sedang bermain-main bersama kawan-kawannya maupun ketika mereka sedang berada di lembaga pendidikan.

Sekarang ini upaya pelecehan terhadap anak sudah marak terjadi baik di Aceh maupun di Indonesia. Diantaranya kasus ibu melakukan kekerasan terhadap anak, ayah tiri memperkosa anak tirinya, kasus ayah kandung menodai anak kandungnya, kasus prostitusi anak dibawah umur, predator anak, perdagangan anak, dan sodomi dengan anak-anak, penelantaran hak anak dan sebagainya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA), Muhammad AR, menanggapi maraknya terjadi pelecehan terhadap anak, Minggu 2 Januari 2020.

Ia menyebutkan anak-anak sering kali menjadi korban atau dikorbankan. Ketika orang tua bercerai, yang menanggung beban adalah anak-anak. Ada juga dikarenakan orang tuanya miskin dan fakir akhirnya digunakan anak-anaknya untuk mengemis.

“Padahal dalam Al-Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 Allah berfirman yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ini merupakan salah satu tugas orang tua untuk menjaga keluarganya terutama anak-anak mereka,” kata Muhammad AR.

Muhammad AR menambahkan peran dan tanggung jawab lainnya dari orang tua adalah menjaga anak-anaknya agar tidak terlibat dalam perbuatan yang jahat dan tidak diridhai oleh Allah. Diantaranya menjauhi mereka dari narkoba, merokok, sex bebas, balapan liar dan sejenisnya. Zina ujungnya ke neraka, narkoba ujungnya ke neraka, membunuh tempatnya di neraka, menipu dan mencuri akhirnya juga ke neraka.

“Inilah pesan Allah agar menjauhi neraka itu dengan menasehati keluarga, kawan dan handai taulan kita agar tidak tersentuh dari api neraka. Ini menjadi tugas berat para pimpinan di dalam keluarga,” kata Muhammad AR.

Pimpinan Akademi Dakwah Islamiah Aceh juga menjelaskan setiap orang tua agar berhati-hati terhadap tanggungjawabnya terhadap anak. Jangan sampai ketika orang tua meninggal dunia, anak-anak yang ditinggalkannya itu dalam keadaan lemah dari segi ilmu pengetahuan, lemah dari segi akhlak dan juga kurang harta. Namun yang lebih penting yang harus diwariskan kepada anak-anaknya adalah ilmu yang bermanfaat dan akhlak mulia agar kelak mereka menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Muhammad AR menyebutkan kekerasan terhadap anak memang sudah sering kali terjadi. Akan tetapi kebanyakan masyarakat tidak mau melaporkan kejadian itu kepada instansi terkait, misalnya Kepolisian, P2TP2A, Dinas Sosial, KPPAA, KAPHA, APIK dan banyak lagi LSM yang peduli terhadap anak. Hal itu berakibat penangannya menjadi terlambat.

Dan salah satu adanya kepedulian pemerintah terhadap perlindungan hak anak adalah lahirnya UU Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002 yang sudah diubah menjadi UU Nomor 35 Tahun 2014. Sedangkan di Aceh tertuang dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Pasal 47.

“Ini artinya Pemerintah sangat peduli terhadap hal itu. Adapun orang-orang yang menyiksa, menganianya dan melakukan tindakan kekerasan terhadap anak, mareka akan diproses berdasarkan hukum yang berlaku. Oleh karena itu kepada siapa saja yang melihat adanya kasus yang mengarah kepada pelecehan hak anak, maka laporlah kepada pihak terkait. Hal itu dalam rangka solidaritas kita kepada anak-anak sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” kata Muhammad AR.[]

Previous Post

Tiga Rumah Warga Nyaris Amblas ke Sungai

Next Post

Warga di Sekitar PT PIM dengan Bau Amoniak

Next Post

Warga di Sekitar PT PIM dengan Bau Amoniak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com