Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Apakabar Pemekaran Aceh Raya?

Admin1 by Admin1
24/02/2020
in Opini
0
Saat Ibrahim Menampar Mawardi Ali

Dalam beberapa hari ini isu pemekaran Aceh Raya kembali di bicarakan publik, berbagai lapisan masyarakat kembali mensorot kinerja panitia pemekaran dan dukungan pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebagai kabupaten induk.

Sejak tahun 1999 di gagas pemekaran Kabupaten Aceh Raya, sudah 20 tahun perjuangan ini belum membuahkan hasil, terganjal dengan moratorium pemerintah pusat. Malah isu pemekaran Aceh Raya ini menjadi konsumsi politik saat datangnya pemilu dan pemilihan kepala daerah.

Butuh dukungan yang besar dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, DPRK, Pemerintah Aceh, DPRA, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan DPR RI.

Pemerintah Aceh Besar punya kepentingan yang besar dalam mewujudkan Aceh Raya menjadi Kabupaten, wilayah Kabupaten Aceh Besar begitu luas, maka perlu ada percepatan dan loby politik dengan pemerintah pusat agar dibuka kran moratorium seperti halnya wilayah Papua berpeluang dimekarkan beberapa Propinsi.

Panitia dan Pemerintah Aceh Besar dengan bersama-sama DPD dan DPR RI untuk melakukan komunikasi politik dan loby, tanpa Loby dan komunikasi politik biarpun administrasi sudah lengkap jangan mimpi ini terealisasi.

Kami mengapresiasi atas responsif pemerintah kabupaten Aceh Besar untuk mempercepat dan melakukan loby dengan pemerintah pusat, dengan melakukan langkah awal mengevaluasi persiapan dan tahapan yang sudah di lakukan oleh panitia pemekaran baru-baru ini di kota  janto.

Namun kami berharap kepada pemkab Aceh Besar responsif ini bukan hanya sementara, namun perlu dilakukan dengan mendampingi Tim Panitia Pemekaran dan mengevaluasi setiap saat agar berbagai kendala bisa di pecahkan.

Kami juga berharap pemkab juga bisa melibatkan berbagai unsur-unsur elit politik, para tokoh, untuk meloby dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Pemekaran menjadi harga mati wiliayah Aceh Besar, sangat luas wilayahnya sebagai solusi mempercepat pembagunan, meningkatan kesejahteraan masyarakat dan memudahkan pelayanan publik, maka perlu di dorong terus dan di pantau oleh semua elemen masyarakat Aceh Besar agar Aceh Raya terwujud menjadi Kabupaten Baru dalam wilayah Propinsi Aceh.

Dengan terwujudnya Kabupaten Aceh Raya. Ada tiga faktor utama sebagai upaya percepatan pembagunan dan peningkatan kesejahteraan yaitu Pertama, rentang kendali menjadi menjadi isu politik berdirinya Kabupaten Aceh Raya, karena selama berbagai urusan administrasi, masalah sosial masyarakat dan ekonomi harus ke Jantho.

Kedua letak geografis, SDM dan SDA wilayah Aceh Raya perlu diekploitasi. Ketiga sumber Pendapatan Alokasi Daerah besar, tujuh kecamatan melalui restribusi laut wilayah barat Aceh Besar termasuk salah satu yang menyumbang PAD bagi kabupaten Aceh Besar selama ini.

Bila bebagai cara sudah dilakukan namun pemerintah pusat juga masih tetap tidak memerikan izin dimekarkan Aceh Besar, saran kami adalah sebagian wilayah pesisir yang berdekatan dengan wilayah Kota Banda Aceh bergabung dengan kota Banda Aceh, tujuan tidak lain adalah untuk mempercepat pembagunan dan mudahkan akses pelayanan publik.

Penulis adalah Usman Lamreung, akademisi Abulyatama serta tokoh Aceh Besar.

Tags: aceh besaraceh rayapemekaran aceh raya
Previous Post

IKOeD Gelar Seminar Motivasi di Dayah Tgk. Chiek Oemar Diyan

Next Post

Mahasiswa PPKn Pungut Sampah di Pantai Ujong Batee

Next Post

Mahasiswa PPKn Pungut Sampah di Pantai Ujong Batee

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

22/09/2026
Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

22/09/2026
Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

22/09/2026
Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

22/09/2026
Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

22/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Apakabar Pemekaran Aceh Raya?

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com