Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dunia Hadapi Jenis Peperangan Sekali dalam 100 Tahun Lawan Covid-19

Admin1 by Admin1
19/03/2020
in Kesehatan
0
Dalam Sehari 368 Pasien Corona di Italia Meninggal

FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri/AWW/djo

SYDNEY – Ratusan juta orang di penjuru dunia harus menyesuaikan diri dalam berbagai langkah untuk memerangi virus corona (Covid-19). Wabah itu tak hanya membunuh orang tua dan orang yang rentan tapi juga dapat memperpanjang krisis ekonomi.

Berbagai kebijakan yang diterapkan itu merupakan satu kali dalam 100 tahun atau dalam satu generasi. Penyebaran penyakit ini telah menginfeksi sekitar 200.000 orang dan menyebabkan 8.500 orang tewas di 164 negara.

Krisis ini membuat berbagai negara menerapkan lockdown dan menyuntikkan dana dalam jumlah terbesar sejak Perang Dunia II.

“Ini tipe kejadian sekali dalam seratus tahun,” ungkap Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison.

Dia memperingatkan krisis ini dapat berlangsung dalam enam bulan terakhir saat negaranya menjadi yang terbaru dalam menerapkan pembatasan perkumpulan publik dan perjalanan luar negeri.

“Kehidupan berubah di Australia, seperti ini mengubah seluruh penjuru dunia,” tutur dia saat pemerintahannya bersiap untuk peningkatan kasus infeksi setelah enam orang tewas sejauh ini.

Ada juga kekhawatiran di Italia yang mengalami tingkat kematian tinggi sebanyak 2.503 orang dari 31.506 kasus. Ribuan mahasiswa kedokteran pun dikerahkan untuk memberikan pelayanan medis tanpa harus melalui ujian akhir untuk membantu memerangi corona.

Di penjuru dunia, warga miskin dan kaya menyaksikan perubahan drastis saat berbagai acara dibatalkan, toko tutup, tempat kerja kosong, jalanan sepi, sekolah tutup dan perjalanan dibatasi.

“Kebersihan itu penting, tapi di sini tidak mudah,” ungkap Marcelle Diatta, 41, ibu empat anak di Senegal yang mengumumkan dari pengeras suara untuk meminta warga mencuci tangan tapi air sering mati di wilayahnya.

Krisis ini menciptakan gelombang solidaritas di berbagai negara, tetangga, keluarga dan teman datang untuk merawat mereka yang paling membutuhkan, termasuk mengirim persediaan kebutuhan di pintu-pintu rumah pada mereka yang terpaksa harus tetap di dalam ruangan.

Di perbukitan Spanyol selatan, tepuk tangan selalu dilakukan setiap malam pukul 8 saat warga berterima kasih pada para petugas medis yang tetap bekerja. Tepuk tangan itu juga untuk saling memberi semangat pada sesama warga.

“Kita tidak pernah hidup melalui sesuatu sepreti ini. Dan masyarakat kita, yang terbiasa memperluas kemungkinan pengetahuan, kesehatan dan kehidupan kita, sekarang menemukan dirinya dalam perang untuk mempertahankan semua yang kita terima begitu saja,” papar Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez Sancez pada parlemen.

Sumber: sindonews.com

Tags: CoronaCovid-19
Previous Post

Cegah Covid-19, Pemko Sabang Perketat pengawasan di Pelabuhan Balohan

Next Post

Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Eropa Lebih Banyak dari Asia

Next Post
Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Eropa Lebih Banyak dari Asia

Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Eropa Lebih Banyak dari Asia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

06/09/2026
Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

06/09/2026
Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

06/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Dunia Hadapi Jenis Peperangan Sekali dalam 100 Tahun Lawan Covid-19

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com