Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemendagri Sebut Imbauan Tunda Mudik karena Corona Sudah Tepat

Admin1 by Admin1
26/03/2020
in Nasional
0
Arus Kendaraan dari Banda Aceh ke Medan Mulai Padat

Ilustrasi macet

JAKARTA – Staf Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga menyatakan, imbauan beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) agar warga menunda mudik untuk mengurangi risiko penularan virus Corona (COVID-19) selaras dengan keinginan Kemendagri.

Menurut dia, kebijakan diam di rumah, Work from Home (WFH), mengurangi perjalanan ke luar kota, physical distancing dan meniadakan acara kerumunan orang banyak sudah dicanangkan oleh Kemendagri ke seluruh Pemda.

“Sebenarnya, juga bermakna sama dengan anjuran penundaan untuk mudik massal dalam rangka jelang Lebaran yang sudah mendekat itu,” kata Kastorius dalam pers rilisnya, Kamis (26/3/2020).

Kastorius menyatakan, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi langkah dan pendekatan pemerintah daerah, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengimbau warganya untuk menunda mudik.

Tito juga menilai positif langkah terobosan Gubernur Jateng yang membangun komunikasi dan kerja sama dengan provinsi asal mudik, seperti Jabodetabek dan Jawa Barat, untuk sosialisasi gerakan tunda mudik tahun ini. “Tentu dalam tingkat implementasi, kita paham juga bahwa upaya tersebut tidak berarti akan mampu mencegah arus mudik secara total keseluruhan,” ujarnya.

Dia menambahkan, hal kongkret yang dapat dilakukan bersama antara pemerintah bersama stakeholders lainnya adalah larangan atau pembatasan dengan superketat acara mudik bareng tahun ini mengingat mudik bersama sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun dan dilakukan oleh berbagai perusahaan, Pemda, Kementerian/Lembaga termasuk ormas-ormas.

“Dari data yang kita miliki, bila kita dapat mereduksi secara signifikan jumlah dan frekuensi program mudik bareng, maka volume arus mudik dari kota-kota besar seperti Jabodetabek, yang merupakan epicentrum penyebaran COVID-19, akan dapat ditekan secara signifikan,” kata Mendagri Tito sebelumnya.

Lebih lanjut Kastorius mengaku bersama Gugus Tugas COVID-19 akan melakukan pembatasan secara ketat acara mudik bareng tahun ini dan sedang dipertimbangkan secara matang sebagai kebijakan.

“Biasanya, mudik bareng sangat identik dengan pengumpulan massa besar yang berdesakan, baik di saat pemberangkatan, diperjalanan hingga di ketibaan. Seperti kita tahu, mudik bareng cukup melelahkan dan pastinya mengakibatkan stamina ketahanan tubuh peserta mudik drastis ngedrop dan menjadi sasaran empuk serangan COVID-19,” ungkap Kastorius mengutip kembali pernyataan Mendagri.

Kastorius melanjutkan, laporan riset WHO menunjukkan penularan COVID-19 sudah bersifat aerosol, yaitu transmisi lewat tumpangan partikel di udara. Otomatis mudik bareng, utamanya lewat moda transportasi darat, kereta api yang memakan waktu berjam-jam di perjalanan dengan kondisi sesak penumpang tentu menjadi ground field penularan COVID- 19 secara masif.

“Dalam berbagai surat edaran dan juga kunker Mendagri Tito ke empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Provinsi Sumatera Selatan, Tito sudah mengingatkan para Gubernur untuk segera mengambil langkah-langkah detail di lapangan untuk antisipasi mudik jelang Lebaran,” papar dia.

Selain hal itu, yang perlu diingat juga adalah tentang rapid test COVID-19 yang sudah dimulai dilakukan di daerah-daerah, khususnya di wilayah yang menjadi epicentrum penyebaran COVID-19 seperti DKI dan Jawa Barat. Kastorius menyebut, Mendagri Tito mengingatkan agar Kepala Daerah benar-benar mengikuti protokol rapid test secara seksama guna menghindari efek penularan akibat berdesakan di saat tes.

Di samping itu, kata dia, Mendagri Tito menyatakan rapid test ini akan otomatis berdampak pada menurunnya mobilitas arus mudik karena mereka yang positif dan masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan tentu akan tertunda mobilitasnya karena akan mengikuti program pengawasan atau karantina. Proses ini akan juga menghambat penularan ke desa tujuan mudik.

“Mendagri Tito mengatakan bahwa kementeriannya, bersama Gugus Tugas COVID-19 dan Pemda serta instansi lainnya akan bekerja maksimal. Ini merupakan pembelajaran penting bagi birokrasi pusat dan daerah untuk menerapkan aneka kebijakan bersifat makro yang kita implementasikan secara detail dan terkendali hingga di tingkat praksis dan mikro,” kata Kastorius

Sumber: Sindonews.com

Tags: mudik
Previous Post

Ketua DPRK Pidie: Gula Sabang Harus Bisa Dipasarkan di Daratan Aceh

Next Post

Pemerintah Diminta Siapkan Pemakaman Khusus Korban Corona

Next Post

Pemerintah Diminta Siapkan Pemakaman Khusus Korban Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKN Reguler XXIX Kelompok 38 USK 2026 Aksi Bersih dan Cat Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng

KKN Reguler XXIX Kelompok 38 USK 2026 Aksi Bersih dan Cat Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng

05/08/2026
Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

05/08/2026
Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

05/08/2026
Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

05/08/2026
Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

05/08/2026

Terpopuler

Arus Kendaraan dari Banda Aceh ke Medan Mulai Padat

Kemendagri Sebut Imbauan Tunda Mudik karena Corona Sudah Tepat

26/03/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com