Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Gedung Swasembada Sapi di Aceh Jaya Terbengkalai

Admin1 by Admin1
08/04/2020
in Lintas Barat Selatan
0
Gedung Swasembada Sapi di Aceh Jaya Terbengkalai

CALANG – Kabupaten Aceh Jaya melakukan pengembangan plasma nutfah sapi serta membangun fasilitas pemurnian sapi Aceh di Pulo Raya, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh jaya sampai tahun 2023.

Keberadaan sapi Aceh tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2907/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011. Selain itu, ditetapkan bedasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor 25 tahun 2011, dan Pulo Raya ditetapkan sebagai kawasan pemurnian plasma nutfah sapi Aceh sebagai salah satu rumpun sapi lokal di Indonesia.

Namun, kondisi pembangunan pemurnian sapi Aceh di Pulo Raya, Kecamatan Sampoiniet yang menargetkan 600-1000 ekor sapi tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Dimana pembangunan perkantoran, perkandangan, jalan usaha tani, embung, tower air, rakit penyeberangan mengalami kerusakan parah bahkan tidak terurus.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum-Advoaksi dan Keadilan Aceh (LBH-AKA) distrik Aceh Jaya, Rahmat Fuadi mempertanyakan keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2907/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011 dan Surat Keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor 25 tahun 2011 tentang program nasional swasembada daging sapi/kerbau di Aceh. Dimana putusan itu dianggap sebagai salah satu rumpun sapi lokal yang harus di kembangkan. dalam hal itu Pemerintah telah menetapkan Pulo Raya Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya sebagai kawasan pemurnian Plasma Nutfah Sapi Aceh.

“Kami meminta kepada kepada pihak berwajib agar mengusut tuntas program pertenakan sapi Aceh tersebut yang telah berlangsung selama 5 Tahun (2011-2015) yang sampai saat ini belum jelas perkembangannya,” kata Rahmat.

Sementara itu, menurut beberapa orang masyarakat setempat, saat ini program tersebut gagal, padahal pemerintah telah membangun semua fasilitas Sarana dan Prasarana untuk menunjang keberhasilan program tersebut sampai menghabiskan uang miliaran rupiah.

“Setelah tempat itu dibangun, mulai dari kantor sampai tempat peternakannya, malahan tidak jadi dilakukan. Kami selaku masyarakat juga tidak tahu kenapa bisa jadi seperti itu,” Jelas narasumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Saat ini, kondisi di Pulo Raya itu beserta aset penunjang raib, bahkan semua fasilitas sarana dan prasarana juga telah roboh bahkan tidak berfungsi lagi.

“Kami mendorong pihak berwajib agar dapat mempelajari persoalan itu atau dapat membuka kembali lembaran demi lembaran kasus itu, karena melihat Pulo Raya saat ini menjadi sebuah pulau terluar yang menjadi perhatian Menteri Kelautan,” Jelas Rahmat.

Rahmat sangat menyayangkan kondisi saat ini di Pulo Raya dikarenakan seolah-olah progam ini seperti tidak ada kejadian apa-apa padahal sudah menelan dana miliaran rupiah. Tidak hanya itu, Rahmat juga menyarankan kepada Camat setempat agar dapat melakukan pendataan aset yang masih tersisa di Pulo Raya tersebut, karena program ini telah berlangsung 5 tahun lalu. Jadi sangat disayangkan apabila dibiarkan begitu saja.

 

 

Tags: acehaceh jaya
Previous Post

SAG: Jangan Kucilkan ODP dan PDP

Next Post

Aceh Tunggu Putusan Ulama soal Pelaksanaan Tarawih di Tengah Corona

Next Post
Aceh Tunggu Putusan Ulama soal Pelaksanaan Tarawih di Tengah Corona

Aceh Tunggu Putusan Ulama soal Pelaksanaan Tarawih di Tengah Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TRK Dorong Pemulihan Bandara Cut Nyak Dhien, Susi Air Dijadwalkan Terbang Lagi

TRK Dorong Pemulihan Bandara Cut Nyak Dhien, Susi Air Dijadwalkan Terbang Lagi

22/10/2026
Pemkab Nagan Raya Perkuat Tata Kelola Data melalui Forum Satu Data Daerah 2026

Pemkab Nagan Raya Perkuat Tata Kelola Data melalui Forum Satu Data Daerah 2026

22/10/2026
Bawaslu Bener Meriah Sasar MAN 1, Ajak Siswa Jadi Pengawas Pemilu Partisipatif

Bawaslu Bener Meriah Sasar MAN 1, Ajak Siswa Jadi Pengawas Pemilu Partisipatif

22/10/2026
Perkuat Kerja Sama Pertahanan, RI Teken MoU Badr dengan 3 Negara

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, RI Teken MoU Badr dengan 3 Negara

22/10/2026
Slogan ‘Bismillah Gelap’ Muncul di Demo Prancis, Dinilai Janggal

Slogan ‘Bismillah Gelap’ Muncul di Demo Prancis, Dinilai Janggal

22/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

PWPM Aceh Akan Laksanakan Rapimwil dan BAM 23 Oktober, Zul Hafiyan Ajak Semua PDPM Ikut Serta Menyukseskan

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

Bos Nawi/Rizalsyah Melaju ke Semifinal Turnamen Bulutangkis PB2M

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com