Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (73)

Admin1 by Admin1
10/04/2020
in Cerbung
0

Pertengahan 1998

SUASANA di pedalaman Matang, Bireuen, terasa tak biasa. Angin yang biasanya berhembus kencang terasa tenang malam ini. Kicauan burung tak terdengar. Bahkan suara jangkrik pun seolah menghilang entah kemana.

Para santri tertidur lelap di asrama masing-masing. Mereka mungkin telah terbuai dengan mimpi.

Hanya beberapa lampu dayah yang masih menyala. Jam menunjukan pukul 00.23 dini hari. Tapi Teungku Fiah masih belum bisa memejamkan mata. Ini merupakan pekan kedua, ia dan keluarga, berada di komplek dayah di pedalaman Bireuen tadi.

Teungku Fiah terlihat gelisah. Berulangkali ia balik badan di kasur kecil yang ditempatinya bersama Sakdiah. Sementara Ibnu, anaknya yang tersisa, terlihat lelap di kasur lainnya yang berada tak jauh dari tempat tidur mereka.

Gerak Teungku Fiah yang gelisah membuat Sakdiah terjaga.

“Kenapa Abang gelisah tiba-tiba? Apakah ada sesuatu yang tidak bereh?” ujar Sakdiah. Ia kemudian memeluk suaminya itu dengan hangat.

Bagi Sakdiah, dua pekan di pedalaman Matang, merupakan hari terbaik bagi dirinya dan Ibnu. Ia memiliki waktu yang panjang bersama suaminya, Teungku Fiah. Sakdiah bisa melihat suaminya saat terbangun, pagi hari dan sore harinya.

Biasanya, Teungku Fiah berbulan-bulan tak pulang ke rumah. Termasuk saat Raman, anaknya tertua, diambil paksa dari rumah dan tak ada kejelasan kabar hingga sekarang.

Saat itu, Sakdiah sangat terluka. Ia berharap suaminya bisa menemaninya melewati hari-hari buruk. Walaupun ia sendiri sadar bahwa pilihan suaminya untuk tak pulang adalah pilihan terbaik.

“Entah kenapa! Aku tak bisa tidur malam ini. Ada sesuatu yang tak biasa. Terlalu nyaman,” ujar Teungku Fiah kemudian.

Teungku Fiah bangun dan mengambil baju nya yang disangkut di dekat pintu. Sakdiah sendiri tak mencegah.

“Aku keluar sebentar untuk menghisap rokok. Kamu tidur lah kembali. Jaga Ibnu jangan sampai terbangun,” kata Teungku Fiah.

Sakdiah mengangguk. Ia kemudian meneruskan tidur.

Di depan kamar, Teungku Fiah melihat Mustafa yang juga ternyata duduk di dekat kamarnya. Kamar mereka bersebelahan. Melihat Mustafa yang duduk di depan pintu sambil menarik rokok, membuatnya tersenyum.

“Kau belum bisa tidur juga ternyata Mustafa,” ujar Teungku Fiah menyapa.

Mustafa tersenyum. Ia bergeser untuk berbagi tempat duduk dengan Teungku Fiah.

“Iya teungku. Aku merasa ada yang aneh dengan keadaan malam ini. Terlalu tenang. Makanya aku berjaga-jaga di depan pintu,” ujar Mustafa.

“Tak kusangka ternyata teungku juga merasakan hal yang sama,” katanya lagi.

Teungku Fiah terdiam. Ia kemudian mengamati sekeliling.

“Di mana senjatamu? “ bisik Teungku Fiah di telinga Mustafa. Ia memadang Mustafa dengan seksama.

“Ada di samping teungku. Aku sudah dua kali patroli. Tapi belum kulihat ada sesuatu yang aneh,” ujar Mustafa.

Mustafa menarik rokok nya dalam-dalam. Asapnya dilepaskan tinggi-tinggi.

“Kita berjaga jaga saja. Sekian tahun kita bergabung dengan pasukan nanggroe, kode alam selalu benar adanya. Aku berpikir malam ini juga sama,” ujar Teungku Fiah sambil menarik pistol FN miliknya dari pinggang.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Pemerintah Aceh Dinilai Salah Kaprah Pakai Kata “Bantuan” Tangani Terdampak Covid-19

Next Post

Peduli Dampak Covid – 19, Rafli Salurkan Beras Untuk Warga

Next Post
Peduli Dampak Covid – 19, Rafli Salurkan Beras Untuk Warga

Peduli Dampak Covid - 19, Rafli Salurkan Beras Untuk Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Wasiet (73)

10/04/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com