Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Masa New Normal, Kadafi: Pesantren Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah

Admin1 by Admin1
30/05/2020
in Nanggroe
0
Masa New Normal, Kadafi: Pesantren Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah

Muhammad Kadafi. Foto Istimewa

Jakarta – Anggota DPR-RI, Dr Muhammad Kadafi, meminta pemerintah memberi perhatian khusus dalam menangani masa new normal Covid-19 di lingkungan pesantren. “Pesantren itu banyak di pedalaman, bahkan ada yang di pegunungan, mereka kesulitan dengan air bersih,” kata Kadafi di Jakarta 30 Mei 2020.

Menurut data resmi, kata Kadafi, di Indonesia lebih 28 ribu dengan jumlah santri 18 juta dan 1,5 juta pengajar di Indonesia. Sebgian besar dari jumlah pesantren itu lokasinya di perkampungan yang serba sulit mengakses kebutuhan air bersih.

“Bahkan, di antara jumlah total santri itu setidaknya ada 5 juta santri yang mondok,” kata Kadafi yang adalah anggota Komisi X DPR RI ini. “Artinya, sangat krusial bagi kesehatan dan keselamatan para santri dan tenaga pengajar, jika ini diabaikan,” Kadafi menambahkan.

Selain itu, kata Kadafi, para santri dan para pengajar ini juga sering saling berkunjung dan berguru di antara sesama pesantren dalam sebuah sistem saling berbagi ilmu. Selain itu, mereka juga berada dalam tata kehidupan komunal. “Bisa kita bayangkan bagaimana nasib mereka jika tidak dipedulikan,” kata politisi PKB yang pernanh nyantri di Pesantren Abulyatama, Aceh Besar.

Menurut Kadafi, kondisi sarana dan prasarana pesantren, sebagian besar belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokol Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal. Di antaranya belum memiliki Pusat Kesehatan Pesantren beserta tenaga medis, sarana MCK yang memenuhi protokol Covid-19, westafel portabel dan penyemprotan disinfektan, APD, alat rapid test, hand sanitiser, dan masker. Juga belum memiliki ruangan nutuk karantina, isolasi mandiri, runa asrama, dan ruang kelas berstandar penerapan physical distancing.

Pada 22 Mei 2020, Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah, Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama, telah menerbitkan surat edaran tentang protokol perpanjangan masa belajar di rumah setelah libur lebaran di masa pandemi Covid-19. Dalam edadan itu, RMI-NU merekomendasikan untuk memperpanjang masa belajar (ta’lim) santri di rumah.

Namun, bagi pondok pesantren yang tak mungkin memperpanjang belajar di rumah, maka diharuskan memenuhi protokol kesehatan sesuai standar penanganan Covid-19. Bahkan, pesantren juga diwajibkan untuk menyiagakan kebutuhan pangan selama setangah bulan.

Kadafi mengatakan merasa tergugah dengan semngat RMI-NU ini. “Itu semangat untuk tetap merawat pendidikan agama di negeri ini. Tapi kita tahu, bahkan untuk mengakses air bersih saja mereka kesulitan,” kata Kadafi. []

Tags: DPR RImuhammad kadafipkbRusli Bintang
Previous Post

Pasien Sembuh Covid-19 Hari Ini Bertambah 252 Orang, 8 Wilayah Nol Kasus

Next Post

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di India Lampaui China

Next Post
Korban Meninggal Akibat Covid-19 di India Lampaui China

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di India Lampaui China

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Masa New Normal, Kadafi: Pesantren Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com