PASE – Gaung atau nama besar Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, ternyata lebih melekat di kalangan masyarakat pesisir timur Aceh.
Aksi Haji Uma yang fokus pada isu kecil tapi konsisten, ternyata mendapat perhatian masyarakat di Aceh, terutama pesisir timur Aceh. Salah satunya seperti membawa pulang orang sakit serta terlantar di luar negeri untuk kembali ke Aceh.
“Kalau pilkada berlangsung tahun ini, Haji Uma masih lebih berpeluang dari Mualem,” ujar seorang tokoh masyarakat di pedalaman Aceh Utara, Jumat 26 Juni 2020.
“Gaung Haji Uma masih lebih besar dari Mualem di pesisir timur Aceh,” kata sosok eks kombatan yang enggan ditulis namanya ini.
Menurutnya, Mualem yang identik Partai Aceh dan KPA dinilai masih minim terobosan.
“Katakanlah soal bendera, biarpun dikatakan sudah sah berkibar, tapi di DPR Aceh, DPRK dan Pemkab yang diusung PA belum ada satupun yang mengibarkan bendera Aceh. Soal tapal batas Aceh-Sumut juga demikian. DPR Aceh kecolongan.”
“DPR Aceh periode ini sedikit melempem. Pimpinan DPR Aceh masih mampu dicokol hidungnya oleh Plt. Untuk soal anggaran saja tak mampu bersuara apalagi soal kekhususan Aceh,” ujar alumni Tripoli yang mengaku satu angkatan di bawah Mualem ini.
Ia berharap Partai Aceh mampu membuat terobosan yang lebih rill di parlemen.
“Demikian juga Mualem harus lebih turun ke gampong-gampong. Demikian juga soal isu untuk pilkada kedepan. Jujur kami kewalahan di lapangan. Karena mengandalkan posisi panglima dan PA saja sudah tak cukup untuk pilkada 2022,” ujarnya lagi.









