Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Kisah Sukry ‘Menaklukan’ Lembah Barbate

redaksi by redaksi
13/07/2020
in Sosok
0

Sukry (kanan)

PRIA bersahaja itu bernama Sukry. Bawaannya santai dan cenderung merendah dalam setiap menyampai ide serta gagasan.

Padahal, tangan dingin Sukry-lah yang menyulap ratusan hektare tanah di lembah pedalaman Blang Bintang, Aceh Besar, menjadi pusat perkebunan kurma sejak 4 tahun silam. Tempat tersebut kini diberi nama Barbate.

Barbate kini jadi magnet bagi warga di Aceh. Lokasi yang dulunya terasa asing di telinga masyarakat kini mulai ramai dikunjungi warga tiap akhir pekan.

Selain perkebunan kurma, tempat tersebut juga mulai dibuka untuk wisata dengan berbagai macam wacana permainan. Ada ATV, berkuda serta memanah.

Sejumlah warga lainnya juga mulai membuka café yang menyediakan berbagai olahan minuman dari kurma dan madu linot yang juga dibudidayakan di sana. Ada juga yang membangun vila serta warung sangkar yang akan dibuka dalam waktu dekat.

Sukry bukanlah pria yang mengenyam pendidikan tinggi seperti kebanyakan professor lulusan universitas ternama di dunia.

Ia hanya angkatan ketiga Pesantren Darul Arafah di Sumatera Utara. Syukri merupakan senior dari Syech Fadhil Rahmi (anggota DPD RI asal Aceh) serta Ustadz Abdul Somad dai kondang di Indonesia.

Wartawan atjehwatch.com beruntung bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan sosok yang bersangkutan saat berkunjung ke lokasi Barbate.

Pria ini memiliki pemikiran yang unik. Namun hal ini pula yang mengantarkannya ke pedalaman Aceh Besar untuk membuka perkebunan kurma.

“Yang penting yakin dulu. Karena kalau sudah yakin, 50 persen pasti akan berhasil. Sebaliknya, kalau ragu, 50 persennya pasti gagal,” ujar Sukry berfilosofi.

Membuka kebun kurma di pedalaman Aceh Besar, kata Sukry, bukan sedikit kendala yang dihadapinya. Ini karena pohon kurma lebih identic dengan nuansa gurun di timur tengah. Namun ia yakin jika kurma juga bisa subur di Aceh.

“Kendala utama di sini adalah pasokan air. Awalnya, mau kita di sini, petani di sini, mau bangun sumur bor biar ada sumber air. Ternyata susah. Padahal itu problem ada di kepala. Ada kesalahan di pola pikir kita. Kalau mau air kan cukup buat penampungan air atau kolam. Air akan turun sendiri (hujan-red),” ujar Sukry.

Apa yang dipikirnya ternyata memang benar adanya. Setelah membuka kolam. Hujan turun dan kini terisi dengan banyak. Air tersebut kini jadi sumber utama bagi petani dan warga yang membuka perkebunan di sekitar lokasi.

Persoalan air pun teratasi.

Persoalan kedua, kata Sukry, adalah tidak ada sinyal handphone di lokasi Barbate. Banyak pengunjung, terutama yang memiliki aktivitas di jejaring social media, mengeluh hal tersebut kepada dirinya.

“Bagi saya, tak ada sinyal handphone tak akan membunuh orang. Justru baguskan. Waktu bisa dihabiskan dengan bercerita dan silaturahmi. Demikian juga dengan keluarga yang datang kesini. Waktu-nya bisa full bersama keluarga,” ujar pria yang pernah memiliki jabatan tinggi di Terkomsel Sumbagut ini.

Sukry benar-benar menikmati hari-harinya di Barbate.

Di tahun-tahun awal usai menanam kurma, banyak warga yang datang ke lokasi, mengeluh tak bisa melihat buah kurma.

“Saat banyak yang mengeluh hal yang sama, membuat kita ragu. Seperti kopi ini, kalau banyak yang bilang ini tea, kita pun akhirnya berpikir, benar juga ini tea,” ujar Sukry setengah bercanda sambil memegang kopi hitam di depannya.

Namun Sukry tetap yakin jika usahanya itu akan berbuah hasil manis suatu saat nanti.

“Yang penting sabar. Semua itu butuh waktu,” kata Sukry.

Kini setelah hampir 4 tahun, pohon kurma yang ditanam Sukry mulai berbuah. Ada juga yang bertangkai buah muda berwarna hijau. Semua ini membuat Syukri semakin bersyukur atas rahmat Allah Swt.

“Konsep wisata di kebun kurma yang mulai ini adalah rahmat tambahan yang diberikan Allah Swt. Saya tetap focus pada kebun (kurma-red),” ujar Sukry.

Selain kebun kurma, Sukry juga membudidaya madu linot yang hasilnya di jual di resto dalam kebun kurma miliknya. Kebun kurma Barbate sendiri, kini ditangani Syukri bersama 20 pekerja.

“Kalau Sabtu Minggu, sebahagian besarnya saya perbantukan di resto. Soalnya pengunjungnya relative ramai,” ujar dia. []

Tags: acehaceh besarBarbatedarul arafahIKAPDA AcehKebun Kurmakebun kurma di acehsukri
Previous Post

Ada Apa dengan RUU PKS?

Next Post

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi M 5,5 di Aceh Hari Ini

Next Post
Gempa 5.0 Magnitudo Getarkan Meulaboh

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi M 5,5 di Aceh Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

11/08/2026
Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

11/08/2026
Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Polda Aceh Buru Pemasok Pil Etomidate ‘Zombie’ di Bireueen

11/08/2026
Akun TikTok Seret Nama Kapolsek Tangse, Propam Polda Aceh Turun Periksa

Akun TikTok Seret Nama Kapolsek Tangse, Propam Polda Aceh Turun Periksa

11/08/2026
Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi di Aceh Diperkuat

Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi di Aceh Diperkuat

11/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Kisah Sukry ‘Menaklukan’ Lembah Barbate

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

Nurdiansyah Alasta Resmi Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh, Berkas Diterima SC Musda

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com