Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

SADaR: Honor Guru Pengajian Belum Dibayar Sejak Januari

Admin1 by Admin1
25/07/2020
in Nanggroe
0
SADaR: Honor Guru Pengajian Belum Dibayar Sejak Januari

Banda Aceh – Sejak Dinas Dayah didirikan, setiap dayah di Aceh, berkisar antara 10 hingga 30 orang guru pengajian biasanya menerima honor. Artinya honor ini diterima secara terbatas oleh guru-guru pengajian di Aceh berdasar tipe dayah masing-masing.

Meski terbilang minim, dapat dikatakan bahwa honor ini merupakan semacam apresiasi Pemerintah Aceh terhadap jasa guru-guru dayah yang selama ini ikhlas mengajar. Akan tetapi tahun ini, sejak Januari hingga Juli 2020, insentif atau honor guru-guru dayah belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Honor yang harus dibayar oleh Dinas Dayah Aceh kepada guru-guru pengajian ini tidak besar, biasanya berkisar antara tiga ratus hingga lima ratus ribu per orang dalam satu bulan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Kota Banda Aceh, Rahmat Ferdiansyah.

Ia mengaku pihaknya telah menerima laporan dari beberapa guru pengajian hingga pimpinan-pimpinan dayah bahwa Dinas Dayah Aceh sejak Januari 2020 tidak lagi membayar honor kepada guru-guru pengajian.

Hingga saat ini, SADaR belum mengetahui penyebab tidak dibayarnya honor untuk guru-guru dayah ini.

“Sempat beredar kabar, bahwa honor untuk guru-guru dayah ini dipotong dengan alasan pengalihan untuk dana Covid-19,” kata dia.

“Jika kabar ini benar, Rahmat meminta agar Dinas Dayah Aceh untuk tidak memangkas honor milik guru-guru dayah. Honor ini jumlahnya kecil sekali, mengapa harus dipotong.”

“Jika memang harus dipangkas, mengapa pihak dinas tidak memangkas pos anggaran lain seperti anggaran perjalanan dinas yang membengkak,” ujar Rahmat.

Rahmat juga menambahkan, guru-guru dayah ini juga ikut terkena dampak Covid-19. Seharusnya Dinas Dayah Aceh turun membantu guru-guru dayah, jangan malah honor milik mereka yang dipotong.

Oleh karena itu, SADaR meminta agar Dinas Dayah Aceh tidak bersikap zalim terhadap nasib guru-guru dayah di Aceh.

“Di tengah kondisi pandemi seperti ini, Dinas Dayah Aceh seharusnya bisa mengambil langkah-langkah lebih bijak dalam membina dan mengayomi guru-guru dayah.”

Tags: SADaR
Previous Post

KKP Akan Bangun Model Klaster Tambak Udang Nasional di Aceh Timur

Next Post

Melihat Pulo Aceh, Sekeping Surga di Tanoh Aceh

Next Post
Melihat Pulo Aceh, Sekeping Surga di Tanoh Aceh

Melihat Pulo Aceh, Sekeping Surga di Tanoh Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026
Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

09/06/2026
Bupati Al-Farlaky Hadiri Rapat Rekomendasi LKPJ Tahun 2025

Bupati Al-Farlaky Hadiri Rapat Rekomendasi LKPJ Tahun 2025

09/06/2026
Pemkab Aceh Timur dan Kejari Teken Kesepakatan Bersama Penanganan Masalah Hukum

Pemkab Aceh Timur dan Kejari Teken Kesepakatan Bersama Penanganan Masalah Hukum

09/06/2026
Kemendikdasmen Targetkan Tahap Sekolah Darurat di Tenda Aceh Tengah Segera Tuntas

Kemendikdasmen Targetkan Tahap Sekolah Darurat di Tenda Aceh Tengah Segera Tuntas

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com