BANDA ACEH – Jurusan PKN FKIP-USK melaksanakan kegiatan pengabdian di dua kabupaten, yaitu Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, sejak tanggal 25-27 Februari tahun 2021. Pengabdian ini merupakan kerjasama antara Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) FKIP Universitas Syiah Kuala dengan Dinas Pendidikan.
Pelaksanakan pengabdian ini dilakukan dengan standar protokol kesehatan, sehingga pesertanya juga terbatas, masing-masing peserta di kabupaten hanya dibatasi sebanyak 25 orang dengan Prokes.
“Metode pelaksananya juga dilakukan secara parallel,” kata Dr. Sanusi, M.Si. sebagai ketua Jurusan PPKn-FKIP USK.
“Kami sangat menyambut baik adanya kegiatan pengabdian seperti ini, karena sebenarnya masalah pendidikan adalah tanggungjawab kita bersama, bukan hanya lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK), bukan hanya orang tua, dan bukan hanya pemerintah daerah, tetapi berbicara masalah pendidikan itu merupakan tanggungjawa kita bersama, pengabdian ini sebagai salah satu bentuk dari tanggungjawab untuk mendorong kualitas guru kita di daerah” kata Drs. Al Hudri, MM sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
“Sesuai dengan visi Aceh carong, ke depan kita menginginkan semua sekolah menjadi unggul, semua guru di Aceh berkualitas, bukan hanya ada sekolah unggul di kota, atau guru berkualitas di Kota, kita harapkan semua guru di Aceh menjadi unggul, dengan demikian salah satu rencana jangka pangjang pemerintah Aceh adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Aceh yang unggul dan berdaya saing, dengan demikian Aceh akan menjadi daerah yang unggul dari berbagai aspek” sambung Al Hudri.
Sasaran pengabdian kali ini adalah guru PPKN SMA dan SMK yang tergabung dalam Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
“Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan penguatan materi dan desain perangkat pembelajaran yang berbasis pada higher order thinking skill (HOTs), abad modern ini menuntut guru untuk bisa lebih kreatif dan innovative dan menyenangkan dalam mengajar, pemahaman tentang Hots ini sebagai salah satu strategi untuk memperkuat pengetahuan, sikap dan perilaku peserta didik, apalagi abad 21 ini, kita dituntut memiliki skill dalam berikir kritis, skil dalam komunikasi, skil dalam berkolaborasi, dan skil dalam kreatifitas serta inovasi, dan Hots ini sebagai salah satu pendekatan yang sesuai untuk mencapai lulusan dengan kriteria di atas,” kata Erna Hayati, SH.,M.Hum yang merupakan ketua Pelaksana Kegiatan pengabdian ini.
Akhir dari dari kegiatan ini, peserta diberikan waktu untuk merumuskan dan mendesain bahan ajar yang berbasis pada higher order thinking skill (HOTs), dan kemudian akan diperiksa oleh tim dari Jurusan PPKn FKIP USK untuk dinilai kembali.
“Harapan peserta dari kegiatan ini adalah agar kegiatan penguatan materi dan desain perangkat pembelajaran higher order thinking skill ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Widodo, M.Pd, sebagai ketua MGMP PKN Kabupaten Bener Meriah.











