Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kakak-Adik Guru Ngaji di Sidoarjo Sodomi Puluhan Santri Anak

Admin1 by Admin1
17/06/2021
in Nasional
0
Kakak-Adik Guru Ngaji di Sidoarjo Sodomi Puluhan Santri Anak

Guru ngaji di Sidoarjo ditetapkan tersangka usai melakukan sodomi sejumlah santri. (Foto: CNN Indonesia/ Farid)

Surabaya – Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, menetapkan kakak beradik guru ngaji, AH (31) dan ER (36), sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap para santri. AH telah ditangkap lebih dulu pada 11 Juni lalu.

“Setelah dilakukan penyelidikan dari kasus sodomi murid ngaji, kami telah menangkap satu lagi pelaku sodomi, yakni ER yang tak lain adalah kakak dari AH,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif, Rabu (16/6).

Ia menjelaskan, penangkapan ER dilakukan setelah ada pengembangan dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah korban.

ER kemudian ditangkap di kampung halamannya di kawasan Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen, Jawa Tengah.

ER diduga melakukan aksi pencabulan terhadap sejumlah santrinya di rumah tahfidz Sidoarjo. Terhitung, ada tiga korban yang sudah melapor ke polisi.

“Korban dari tindak asusila ER ada tiga. Di mana semuanya adalah anak-anak di bawah umur,” ucapnya.

Dalam aksinya, pelaku diketahui mencabuli korbannya berkali-kali. Ada yang dua, tiga, hingga lima kali. Pelaku juga mengancam korbannya agar aksinya tidak diketahui orang lain.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Wahyudin mengatakan, kejahatan dilakukan ER setelah mengetahui kelakuan adiknya, AH. Ia pun tergugah melakukan hal yang sama karena tak bisa membendung hasratnya lantaran jauh dari sang istri.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 82 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” pungkas Wahyudin.

Sementara itu korban AH sebelumnya disebut berjumlah 10 orang dengan rentang usia 10 hingga belasan tahun. Namun berdasarkan pengembangan kasus jumlah korban AH bertambah menjadi 25 orang.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji belum lama ini menyampaikan, dari pengakuan AH, tindak asusila itu dilakukan sejak 2016. Padahal AH telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak.

Saat melancarkan aksinya, AH mengancam korban agar tidak mengadu pada orang lain. Menurut pengakuan para korban, mereka mengalami pelecehan seksual berkali-kali dengan ancaman.

“Pelaku mendoktrin dengan [ajaran] agama dan kemudian berbuat bejat kepada santrinya di dalam kamar. Santri-santri itu disodomi satu-satu,” ujar dia.

Kejahatan ini kemudian terbongkar dari laporan salah satu saksi yang memberikan informasi kepada pihak Polresta Sidoarjo.

Atas perbuatannya, AH kini terancam jeratan Pasal 82 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Sumardji.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Jaksa Tumbang di Ruang Sidang PN Tapaktuan

Next Post

Tiga Galaksi Tabrakan, Potensi Bikin Dua Lubang Hitam Aktif

Next Post
Tiga Galaksi Tabrakan, Potensi Bikin Dua Lubang Hitam Aktif

Tiga Galaksi Tabrakan, Potensi Bikin Dua Lubang Hitam Aktif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

14/10/2026
Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

14/10/2026
Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

14/10/2026
Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

14/10/2026
Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

14/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Kakak-Adik Guru Ngaji di Sidoarjo Sodomi Puluhan Santri Anak

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com