LHOKSEUMAWE – Wakil Bupati Aceh Utara fauzi Yusuf, Asisten III Sekda Aceh Dr. Iskandar AP, M.Si, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dan Kepala Biro Organisasi Setda Aceh Daniel Arca AKs., M.Si menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Malikussaleh, Muara Batu, Selasa, 7 September 2021
Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan ke Aceh dalam rangka meninjau lokasi tambak budidaya udang vaname system klaster di kabupaten Aceh Timur.
Rombongan menteri bertolak dari Jakarta menuju Aceh melalui Bandara Malikussaleh, sebelum melanjutkan ke Aceh Timur dengan helicopter, menteri singgah di ruang tungu VIP Bandara.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Fauzi Yusuf Wakil Bupati Aceh Utara Untuk mengambarkan kondisi Kelautan dan Perikanan Aceh Utara serta usulan penguatan ekonomi masyarakat di sektor tersebut.
Dalam kunjungan tersebut Menteri turut didampingi oleh Staf Khusus Bidang Hubungan Luar Negeri Edy Putra Irayady, Staf khusus Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Irjen pol. Drs. Victor gustaaf manoppo, MH, Staf Khusus Bidang Humas dan Komunikasi Publik Wahyu Muryadi dan beberapa staf lainnya.
Disela kunjungan rombongan juga memanfaatkan waktu menikmati kopi gayo arabica dangan suguhan kue timphan khas Aceh di kota terdekat kruenggeukuh yang di damping oleh plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Syarifuddin, ST setelahnya rombongan salat dzuhur di mesjid bujang salim dan kembali ke bandara melewati makam bujang slamat yang merupakan salah satu pahlawan pejuang kemerdekaan yang pernah di asingkan oleh Kolonial Belanda ke pulau Irian.
Pada kesempatan tersebut secara terperinci disampaikan potret kelautan dan perikanan di Aceh Utara beserta pemasaalahan yang dihadapi terkait perikanan tangkap dan perikanan budidaya antara lain kondisi Infrastruktur pelabuhan perikanan PPI Krueng Manee yang sampai saat ini belum optimal.
Sementara itu investasi yang telah di kucurkan sejak tahun 2016 hampir 60 Milyar yang bersumber dari DAK, DOKA, APBA dan APBK. Luasan pelabuhan tersebut sekitar 6 hektar dengan daya tampung 400 unit kapal mulai 5 GT sdg 30 GT dan Luas daratan 4 Hektar di manfaatkan untuk kebutuhan industri pengolahan hasil perikanan.
Fauzi Yusuf juga menjelaskan bawa 20 % (dua puluh persen) penduduknya bergerak di sektor petani dan nelayan.
Dengan panjang garis pantai Kabupaten Aceh Utara 55 km yang melintasi 8 Kecamatan pesisir, dengan jumlah nelayan 900 Orang.
Para nelayan sangat mengantungkan hidupnya dari laut dan pesisir, untuk itu dibutuhkan infrastruktur perikanan yang memadai untuk mendongkrak pendapatan masyarakat pesisir dan nelayan.
Kemudian Wabup juga menjelaskan bahwa nelayan yang bertambak di area kawasan pelabuhan KEK arun/pelabuhan umum yang perlu di relokasi saat ini belum rampung dibangun akibat keterbatasan anggaran.
Selanjutnya juga dijelaskan bahwa disektor perikanan budidaya, Aceh Utara memiliki potensi areal pertambakan air payau seluas 12.000 Hektar, air tawar 350 Hektar dengan komonitas bandeng, kakap putih, mujair/nila, kepiting, udang windu, udang galah vename yang sebahagian besar masih dikelola secara alami oleh masyarakat.
Untuk mendongkrak pendapatan masyarakat perlu dilakukan perbaikan baik penataan pertambakan, berbaikan saluran, penyediaan benih berkualitas, ketersedian hitcery, ketersedian pakan, pengunaan teknologi seperti pengelolaan budidaya udang vename kolam terpal/klaster.
Akhirnya Wakil Bupati juga berharap kedepan Aceh Utara mendapatkan bantuan dukungan anggaran untuk infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor perikanan dan kelautan dari kementerian Kelautan dan Perikanan dikarenakan anggaran daerah sangat terbatas.
Harapan tersebut juga didukung penuh oleh Danrem 011/lilawangsa demi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan dan pesisir di kabupaten Aceh Utara.











