Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Juanda Djamal: Tidak Ada Orang Aceh yang Malas, Tapi……

Admin1 by Admin1
20/03/2022
in Nanggroe
0
Juanda Djamal: Tidak Ada Orang Aceh yang Malas, Tapi……

JANTHO – SieBreuh merupakan sebuah Gerakan ekonomi rakyat yang digagas oleh Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Besar, dan saat ini menjadi semangat bersama DPRK Aceh Besar.

Harapannya dapat menjawab realitas sosial ekonomi saat ini. Terutama menata kembali sistem dan rantai produksi pertanian Aceh Besar yang memiliki potensi lahan, air dan cuaca yang sangat mendukung bagi berkembangnya agribisnis di masa depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Juanda Djamal, saat menyampaikan pandangannya di depan peserta Musrenbang kecamatan 2023 di kecamatan Ingin Jaya, Blang Bintang, Sukamakmur dan kemarin, 17/3, di kecamatan Montasik.

“Tidak mesti semuanya bantuan pemerintah, kita punya modal sosial-ekonomi yang kalau kita kumpulkan maka menjadi modal untuk menghidupkan ekonomi,” jelas Juanda.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan sarana pra sarana, melakukan pendampingan dan transfer knowledge dan teknologi agar petani dapat meningkatkan kualitas produksi, keberpihakan perbankan memodali usaha rakyat dan yang sangat penting adalah memastikan pemasaran hasil produksi petani.

“Jaminan pasar menjadi kunci petani produktif,” tegas pria yang akrab disapa Bang Joe.

”Saya sangat marah kalau  ada orang yang menyebut orang Aceh malas. Kita ini memiliki perilaku saudagar dari dulunya, namun sejak Pelabuhan kita ditutup, free port Sabang pasif, dan ketergantungan pada toke luar Aceh, maka semua harga ditentukan mereka sehingga antara biaya produksi tinggi dan harga jual rendah maka petani rugi sehingga mereka tidak mau menanam lagi.”

“Janganlah kita hanya menjadi buruh, kurir dan justifikasi regulasi usaha bagi investor-investor luar, begitu dapat fee tambang dan migas sedikit sudah cukup, bukan itu perilaku kita,”pinta juanda djamal

Jadi, legislative Aceh sebagai pemerintahan dinilai harus menjawab tantangan ini.

“Siebreuh adalah upaya menata kembali sistem produksi hulu-hilir, memang kita mulai dari padi dan ternak, karena keduanya saling mendukung, dan 72 % rakyat kita bergerak pada sektor pertanian/rill.”

Juanda juga merespon kondisi kekinian dimana harga-harga mulai melambung.

“Saatnya kita manfaatkan lagi pekarangan rumah untuk menanam sayuran kebutuhan sehari-hari, juga unggas agat ketergantungan kita pada produk-produk yang ditentukan oleh perdagangan kartel bisa kita tekan. Kalau tidak, neraca perdagangan Aceh akan terus deficit setiap tahunnya.”

“Tidak perlu takut dengan tidak adanya minyak goreng sawit karena endatu kita sudah mandiri dengan minyak goreng kelapa, sehat lagi, “ kata Juanda Djamal

Kawasan SieBreuh merupakan kawasan pertanian berbasis korporasi petani, ada 5120 hektar lahan persawahan dan sekitar 2000 ha non persawahan, dimana Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo meresmikannya pada 4 Maret 2022, di Blang Miro, Simpang Tiga Aceh Besar

“Mari kita kembali ke lahan yang kita miliki, meskipun kecil namun kita pastikan produktif, manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selebihnya bisa kita jual dan SieBreuhshop menjadi cikal bakal market place produk-produk petani di masa depan,” ujar Juanda Djamal.

Previous Post

Tiga Guru di Aceh Timur Lolos Seleksi Penulis Soal Nasional 2022

Next Post

DPD KNPI Gayo Lues Periode 2021-2024 Resmi Dilantik

Next Post
DPD KNPI Gayo Lues Periode 2021-2024 Resmi Dilantik

DPD KNPI Gayo Lues Periode 2021-2024 Resmi Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

18/06/2026
Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

18/06/2026
Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

18/06/2026
Prodi MPBEN USK Angkat Isu Teknologi, Linguistik dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Prodi MPBEN USK Angkat Isu Teknologi, Linguistik dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris

18/06/2026
Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

18/06/2026

Terpopuler

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

17/06/2026

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com