Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

redaksi by redaksi
04/08/2026
in Lintas Timur
0
“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

MEUREUDU – Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai NasDem, Bustami, SH, yang membacakan Pendapat Akhir Fraksi Amanat Demokrasi Sejahtera (F-NARASA), menegaskan bahwa penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBK Tahun Anggaran 2027 harus berorientasi pada penyelesaian persoalan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi penyusunan anggaran.

Menurut Bustami, evaluasi terhadap kinerja pembangunan sepanjang 2026 harus menjadi dasar utama dalam menyusun APBK 2027 agar anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“KUA-PPAS jangan hanya melihat naik atau turunnya angka anggaran. Yang lebih penting adalah sejauh mana program pemerintah mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan menjadi dasar perbaikan kebijakan pada tahun berikutnya,” kata Bustami saat menyampaikan pendapat akhir fraksi dalam rapat paripurna DPRK Pidie Jaya. Selasa 4 Agustus 2026.

Bustami menilai Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya perlu lebih serius meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh. Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pemungutan pajak dan retribusi, melakukan evaluasi berkala terhadap realisasi PAD, menggali potensi sumber pendapatan baru, serta tidak menurunkan target PAD secara sepihak tanpa pembahasan bersama DPRK.

Selain itu, Bustami menekankan bahwa kondisi masyarakat pascabanjir bandang masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, pemerintah harus mempercepat penuntasan bantuan stimulan, jatah hidup (jadup), dan berbagai bantuan lain yang hingga kini masih belum sepenuhnya diterima masyarakat terdampak.

“Pemulihan pascabanjir belum boleh dianggap selesai. Pemerintah harus memastikan bantuan yang menjadi hak masyarakat benar-benar tuntas disalurkan, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Fraksi F-NARASA juga menyoroti rencana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp1,1 miliar untuk penyertaan modal pada PT Bank Aceh Syariah dan PDAM Tirta Krueng Meureudu. Bustami mengingatkan agar penyertaan modal tersebut tidak sekadar menjadi investasi pasif.

“Pemerintah harus menjalankan fungsi pengawasan sebagai pemegang saham. Penyertaan modal harus memberikan manfaat nyata bagi daerah, bukan menjadi dana yang mengendap atau tidak memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan maupun pendapatan daerah,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Fraksi Amanat Demokrasi Sejahtera akhirnya menyatakan menerima dan menyetujui KUA-PPAS APBK Pidie Jaya Tahun Anggaran 2027 untuk ditetapkan menjadi Nota Kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan DPRK.

Bustami menegaskan, berbagai rekomendasi yang disampaikan fraksi diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar APBK 2027 benar-benar menjadi instrumen percepatan pembangunan, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya.[Mul]

Previous Post

Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

04/08/2026
Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

04/08/2026
Dari Rumah Layak Huni Menuju Ekonomi Mandiri, TMMD ke-129 Hadirkan Semangat Baru Warga Aceh Selatan

Dari Rumah Layak Huni Menuju Ekonomi Mandiri, TMMD ke-129 Hadirkan Semangat Baru Warga Aceh Selatan

04/08/2026
HT Ibrahim Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Jaya, Warga Sampaikan Beragam Persoalan Pembangunan

HT Ibrahim Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Jaya, Warga Sampaikan Beragam Persoalan Pembangunan

04/08/2026
Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

04/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com