Oleh: Maulia Rahman
BLANGPIDIE – Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu Azan Magrib menjelang Berbuka Puasa pada waktu bulan Ramadhan.
Kegiatan Ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu untuk menunggu buka puasa.
Jika menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anda tidak akan menemukan arti kata Ngabuburit. Pasalnya, kata “Ggabuburit” diketahui berasal dari bahasa Sunda.
Berdasarkan Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata Ngabuburit berasal dari kalimat “Ngalantung Ngadagoan Burit”, yang berarti bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.
Jika kita berjalan-jalan sore di bulan Ramadhan ke kota Blangpidie, salah satu kota yang terletak di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kita akan melihat nampak ramai masyarakat di jalanan dengan berbagai aktivitas seperti berjualan, membeli kue untuk hidangan menu berbuka puasa dan jalan-jalan sore santai sembari menunggu buka puasa.
Sepanjang jalan yang dipenuhi kendaraan bermotor yang hilir mudik untuk mengikuti sebuah tradisi Ngabuburit ini.
Ada pesan dan kesan yang bermakna jika kita juga merasakan tradisi unik ini. Mumpung bulan puasa ini masih tersisa panjang, mari kita Ngabuburit bersama orang-orang terdekat dan sekalian membeli menu untuk berbuka puasa yang dijual disepanjang jalan di Kota Blangpidie dan sekitarnya.
- Penulis adalah Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Abdya, serta aktif di Organisasi Kepemudaan (OKP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).









