BLANGPIDIE – Nurmi (36), warga Gampong Suka Mulia Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sangat kehilangan atas tewasnnya suami tercinta.
Ia tak menyangka suaminya Sukoco Bin Subur (37), menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh seorang pemuda mantan Narapidana (Napi) yang pernah tersandung kasus Narkotika. Terlebih lagi, almarhum juga meninggalkan 2 orang anak kandung, dan dua orang anak tiri, yang saat ini keempatnya menjadi yatim. Maulida (18), Ananda Saiffanur (13), Ahmad Fazri (11) dan Nurmala Sari (4).
Jum’at berdarah itu terjadi ketika M. Yusuf (26), diduga yang telah menusuk dada sebelah kiri Sukoco dengan sebilah pisau sekira pukul 13.00 Wib di Jalan 30, Gampong Cot Seumantok Kecamatan Babahrot kabupaten setempat, pada Jum’at siang (01/07) tepatnya di gudang penampungan sawit dekat salah satu kantin milik warga hingga meninggal dunia.
Kini Nurmi hanya pasrah dengan keadaan yang menimpa diri dan anak-anaknya. Namun, dirinya berharap ada keadilan yang berpihak kepadanya.
“Suami saya enggak ada masalah dengan si pelaku, kenal pun tidak. Setau saya, almarhum tidak memiliki musuh atau permasalahan dengan orang lain. Orangnya sangat pendiam dan sopan,” kata Nurmi kepada media atjehwatch.com saat melayat ke rumah duka di Gampong Geulima Jaya Kecamatan Susoh Kabupaten Abdya, Minggu (03/07/2022).
Sehari sebelum hari naas itu tiba, Sukoco bersama keluarga baru saja melaksanakan syukuran khitanan putranya Ananda Saiffanur (13), di rumah kontrakannya Gampong Suka Mulia, Nagan Raya.
“Pada Rabu malam (29/06), suami saya masih bersama di rumah kontrakan Gampong Suka Mulia untuk melaksanakan samadiyah syukuran kitanan anak kami. Sore kamis selepas sunatan Ananda Saiffanur, almarhum minta izin berangkat ke kebun untuk memilih brondolan sawit, hitung-hitung dapat menambah penghasilan untuk mencukupi nafkah kami sekeluarga,” asa Nurmi.
Kabarnya, Sukoco dan istri sedang berusaha membangun rumah di Gampong Geulima Jaya untuk ia dan keluar sebagai tempat tinggal, agar tak lagi mengontrak seperti biasanya.
Namun, sepertinya cita-cita keluarga miskin ini pupus sudah, karena sang kepala keluarga (Sukoco) telah tiada dan berakhir hidupnya di tangan pemuda durjana.
“Terimakasih kepada pihak Kepolisian Polres Abdya yang telah menangkap pelaku, mohon kiranya kepada penegak hukum, agar pelaku dapat di hukum dengan seadil-adilnya sesuai perbuatan yang telah dilakukan terhadap suami saya,” pungkas Nurmi, seraya mengusap linangan air matanya.
Reporter: Rusman










