Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

AS Beri Hibah Rp10 T untuk Infrastruktur dan UMKM di 5 Provinsi

Admin1 by Admin1
10/12/2022
in Nasional
0

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat melalui Millennium Challenge Corporation (MCC) memberikan hibah dalam program Indonesia Compact senilai $698 juta atau Rp10,8 triliun yang mencakup $649 juta dari Washington dan kontribusi Jakarta sebesar $49 juta.

MCC merupakan badan independen pemerintah Amerika Serikat yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan global melalui pertumbuhan ekonomi.

Usulan hibah Indonesia Compact dirancang untuk meningkatkan infrastruktur transportasi dan logistik Indonesia, mengembangkan infrastruktur berkualitas tinggi dan sadar iklim di lima provinsi sekaligus membuka akses keuangan bagi para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Hibah ini akan memanfaatkan sumber daya milik Indonesia dan fokus pada keberlanjutan dan skalabilitas, meningkatkan ketahanan negara terhadap perubahan iklim dan guncangan eksternal lainnya sambil menciptakan lebih banyak peluang bagi bisnis untuk mengakses modal pasar,” ujar Chief Executive Officer MCC, Alice Albright dalam siaran pers Kedutaan AS di Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2022.

“Ini akan sangat berdampak terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia yang menghasilkan sekitar 60 persen PDB negara dan mempekerjakan hampir semua tenaga kerja sektor swasta negara.”

Usulan hibah bilateral terbesar dalam sejarah MCC ini diharapkan dapat memberikan manfaat di berbagai provinsi prioritas dengan populasi gabungan mencapai lebih dari 23 juta orang Indonesia, termasuk lebih dari 48.000 UMKM.

“Meningkatkan akses keuangan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama yang dimiliki perempuan, akan memungkinkan seluruh segmen populasi untuk memulai, membangun, dan menumbuhkan generasi usaha baru, menarik lebih banyak investor sektor swasta sambil menciptakan peluang perdagangan regional,” tambah Albright.

Selain penerapan reformasi kebijakan dan kelembagaan, usulan program hibah ini akan mencakup tiga proyek terpisah untuk menjawab kendala ekonomi berbeda yang diidentifikasi melalui analisis bersama, dan selaras dengan prioritas pembangunan Indonesia sendiri:

Dalam hibah tersebut, termasuk untuk Proyek Memajukan Aksesibilitas Transportasi dan Logistik Lanjutan (ATLAS) senilai $350 juta yang bertujuan meningkatkan perencanaan dan persiapan transportasi di provinsi sasaran dengan mempersiapkan, menyusun, mengadakan, dan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah.

Selain itu, Proyek Pengembangan Pasar Keuangan” (FMDP) senilai $95 juta, yang akan mengatasi penyebab pasar pembiayaan proyek dan pasar modal belum berkembang dengan membangun kapasitas dan memobilisasi keuangan hijau dan mekanisme keuangan campuran lainnya.

Proyek Keuangan Akses ke Pembiayaan untuk Usaha Milik Perempuan, Mikro, Kecil, dan Menengah senilai $136 juta untuk meningkatkan pinjaman dari penyedia layanan keuangan formal kepada usaha-usaha ini di provinsi sasaran dengan mengumpulkan dan menganalisis data kinerja keuangan dan teknis UMKM, serta memberikan bantuan teknis, pelatihan literasi digital dan keuangan, dan dukungan pengembangan bisnis berbasis permintaan lainnya.

Proyek Pengembangan Pasar Keuangan akan fokus pada tingkat nasional sedangkan dua program lainnya akan dilaksanakan pada tingkat daerah di provinsi Sulawesi Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bali, dan Sumatra Selatan.

MCC sebelumnya bermitra dengan pemerintah Indonesia dalam program ambang batas senilai $55 juta untuk memperkuat sejumlah lembaga antikorupsi dan menargetkan imunisasi anak.

Sumber: Tempo

Previous Post

Conrad Asia Energy akan Eksplorasi Migas di Aceh 

Next Post

Hotman Paris Sebut Kalapas Jadi Jabatan Basah Setelah KUHP Baru Disahkan

Next Post
Hotman Paris Minta Kasus Kematian Anjing di Singkil Diusut

Hotman Paris Sebut Kalapas Jadi Jabatan Basah Setelah KUHP Baru Disahkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Inspirasi Kebaikan: KUA Tangan-Tangan Berbagi “SEJUTA” Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Inspirasi Kebaikan: KUA Tangan-Tangan Berbagi “SEJUTA” Wujud Nyata Kepedulian Sosial

17/04/2026
KPI STAIN Meulaboh Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT

KPI STAIN Meulaboh Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT

17/04/2026
Polres Pijay Musnahkan Ratusan Gram Narkotika

Polres Pijay Musnahkan Ratusan Gram Narkotika

17/04/2026
3 Siswa SDN 66 Banda Aceh Raih Absolute Winners di Ajang ISAC 2026

3 Siswa SDN 66 Banda Aceh Raih Absolute Winners di Ajang ISAC 2026

17/04/2026
31 Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan Magang

31 Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan Magang

17/04/2026

Terpopuler

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

AS Beri Hibah Rp10 T untuk Infrastruktur dan UMKM di 5 Provinsi

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Asa Janda Miskin di Gubuk Plastik, Uluran Tangan Dermawan hingga Perhatian Pemerintah Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com