Banda Aceh – Sebanyak 31 mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, mengikuti pembekalan magang di Aula Mini fakultas tersebut, Jumat (17/4/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora Nazaruddin MLIS PhD menyatakan magang menjadi penghubung antara teori perkuliahan dan praktik di lapangan.
“Magang ini menjadi jembatan antara pengetahuan di kampus dengan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga diharapkan mampu memberi perspektif sebagai sejarawan,” kata Nazaruddin.
Ia menambahkan, mahasiswa dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam menyajikan sejarah secara lebih menarik melalui media interaktif.
Ketua Prodi SKI Ruhamah mengatakan magang merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh seluruh mahasiswa.
“Magang adalah mata kuliah wajib. Jika tidak diambil pada semester ini, maka harus diambil pada semester berikutnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, para mahasiswa akan ditempatkan di delapan instansi selama 40 hari kerja. Pembekalan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 April 2026.
Ruhamah menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab selama menjalani magang. Ia juga meminta mahasiswa segera berkoordinasi dengan pihak prodi jika menghadapi kendala di lapangan.
Kegiatan pembekalan ini juga menghadirkan Direktur Pedir Museum Masykur dan arkeolog Ida Hasanah sebagai pemateri.
Keduanya memberikan materi untuk memperkaya wawasan mahasiswa sebelum menjalani magang. [ ]











