Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Walah, Cadangan Gas di Aceh Ternyata ‘Sumur Kering’

Admin1 by Admin1
17/12/2022
in Ekonomi
0
Setelah 44 Tahun, Akhirnya Aceh Bisa Kelola Sendiri Migas Blok B Aceh Utara

Ilustrasi (Foto: SKK Migas)

JAKARTA – Wilayah kerja (WK) migas yang berada di Aceh yakni Andaman I, Andaman II, dan Andaman III gagal menjadi tempat cadangan gas terbesar Indonesia. Padahal, pemerintah sempat menyebut-nyebut wilayah itu sebagai lokasi cadangan gas terbesar di dunia.

Cadangan gas itu bisa menjadi yang terbesar di dunia apabila ketiga wilayah kerjanya memiliki besaran cadangan yang serupa. Kementerian ESDM mencatat untuk area Andaman ini, cadangan terakumulasinya sebesar 4,86 miliar barel oil equivalent (BOE).

Kendati begitu, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan, khusus untuk WK Andaman III yang dikelola Repsol 51% dan Harbor Oil sebesar 49% menunjukkan sumur yang kering atau dry hole.

“Kalau Andaman III tampaknya Repsol dry hole kemarin, jadi kita tidak terlalu berharap kepada Repsol di Andaman III,” ungkapnya saat rapat dengan DPR, dikutip Sabtu (17/12/2022).

Dengan adanya indikasi sumur kering tersebut, Tutuka tidak berharap banyak terhadap WK Andaman III untuk diandalkan menjadi “Harta Karun”. Kenyataan pahit ini harus dihadapi meskipun WK Andaman III sebelumnya pemerintah perkirakan memiliki recovery reserve sebesar 1,89 miliar barrel oil equivalent (BOE).

Walaupun pengeboran sumur tak membuahkan hasil hingga kini, Tutuka berujar, Repsol masih berencana untuk melanjutkan proses pengeboran lebih dalam lagi pada 2023. Namun, rencana kelanjutan pengeboran ini belum memiliki detil yang diterima pemerintah.

Jika pengeboran ini membuahkan hasil, Tutuka mengatakan, wilayah Andaman kemungkinan bisa masuk dalam area giant discovery yang berpotensi menjadi temuan cadangan migas terbesar dunia.

Terutama jika Repsol selaku operator Blok Andaman III kembali mengulang kesuksesan yang dilakukan oleh Premier Oil di Andaman II.

“Blok Andaman III kan oleh Repsol, kalau ini ketemu juga ini bisa menjadi penemuan besar dunia. Kalau di sana ketemu, menyebarnya ke Thailand karena arahnya ke sana jadi luar biasa kalau ada,” katanya.

WK Andaman I, Andaman II, dan South Andaman masih memiliki harapan menjadi ‘Harta Karun’ migas RI. WK Andaman I dikelola oleh MP sebesar 80% dan sisanya oleh Harbor Energy sebesar 20%. Adapun, recovery reserve atau pemulihan cadangan sebanyak 239 juta BOE.

Untuk itu Tutuka menyebutkan bahwa WK Andaman I direncanakan akan on stream atau beroperasi mulai 2030 mendatang. “Wilayah Andaman I dengan recovery reserve sebesar 239 juta barrel oil equivalent yang rencananya akan onstream rencananya 2030,” ungkapnya.

Untuk wilayah Andaman II dikelola oleh Harbor Energy sebesar 40%, MP sebesar 30%, dan BP sebanyak 30%. Menurut Tutuka, WK Andaman II memiliki recovery reserve sebesar 2,02 miliar BOE dan akan mulai beroperasi pada 2028.

Adapun pada WK South Andaman dikelola oleh MP sebanyak 80% kemudian oleh Harbor Oil sebesar 20%. Tutuka menyebutkan bahwa recovery reserve South Andaman sebesar 709 juta BOE. Oleh karena itu South Andaman akan beroperasi pada 2030.

Sumber: cnbcindonesia

Previous Post

PKK Aceh Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Next Post

Covid ‘Ngamuk’ Lagi di Ibu Kota China, RS hingga Krematorium Keteteran

Next Post
Covid ‘Ngamuk’ Lagi di Ibu Kota China, RS hingga Krematorium Keteteran

Covid 'Ngamuk' Lagi di Ibu Kota China, RS hingga Krematorium Keteteran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Baitul Mal Abdya Verifikasi Puluhan Rumah Warga Tak Layak Huni

Baitul Mal Abdya Verifikasi Puluhan Rumah Warga Tak Layak Huni

21/04/2026
Kak Nana Kunjungi SPS Cahaya Hatee dan Ayeum Mata, Bunda PAUD Abdya

Kak Nana Kunjungi SPS Cahaya Hatee dan Ayeum Mata, Bunda PAUD Abdya

21/04/2026
Pelaku Karhutla Bisa di Pidana, Polres Abdya Ingatkan Masyarakat Tentang Bahayanya

Pelaku Karhutla Bisa di Pidana, Polres Abdya Ingatkan Masyarakat Tentang Bahayanya

21/04/2026
Polres Pidie Jaya Gencarkan Edukasi Karhutla, Satreskrim–DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

Polres Pidie Jaya Gencarkan Edukasi Karhutla, Satreskrim–DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

21/04/2026
Siswa SMAN 1 Pulau Banyak Barat Ikuti Cerdas Cermat OESN

Siswa SMAN 1 Pulau Banyak Barat Ikuti Cerdas Cermat OESN

21/04/2026

Terpopuler

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

21/04/2026

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Walah, Cadangan Gas di Aceh Ternyata ‘Sumur Kering’

Ketua DPRK Dukung Forkom KDMP Banda Aceh Jadi Motor Penggerak Kemandirian Gampong

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com