BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, berharap suara lantunan Alquran kembali bergema di tiap tiap gampong di Aceh.
Aktivitas para remaja di Aceh periode 90-an dengan mengaji di tiap masjid saat sore hari merupakan memori yang membekas dalam ingatannya. Namun tradisi tersebut kini kian pudar di Aceh. Jikapun ada, suara yang terdengar dari masjid-masjid di Aceh saat ini adalah hanya rekaman kaset para qari dan qariah yang diputar oleh para pengurus masjid.
“Kondisi ini terjadi karena banyak muslim, termasuk di Aceh, saat ini tak lagi mampu membaca Alquran dengan baik dan benar,” ujar pria yang akrab disapa Syech Fadhil saat membuka kegiatan tahsin Alquran di Banda Aceh.
Sebagaimana yang perlu diketahui, tahsin merupakan suatu istilah bahasa Arab yang mempunyai arti membaguskan atau membuat lebih baik dari sebelumnya. Sehingga tahsin Alquran dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar untuk memperbaiki cara membaca Alquran dengan lebih baik sesuai dengan tajwid dan makhrojnya.
Program pembekalan Tahsin Alquran ke gampong-gampong di Aceh merupakan salah satu program rutin yang dilakukan Syech Fadhil sedari masih menjadi ketua IKAT hingga kini menjabat sebagai anggota DPD RI. Selain juga beasiswa bagi anak-anak yatim dan dhuafa’ dari berbagai daerah pedalaman di Aceh.

Baik Tahsin Alquran maupun beasiswa dibiayai secara mandiri oleh Syech Fadhil.
“Saya berharap kegiatan tahsin seperti ini membumi di Aceh. Para guru tahsin di Aceh memiliki peran penting dalam menyebar kembali syiar islam,” ujar senator yang dekat dengan ulama kharismatik di Aceh ini.
“Kita mulai dari Aceh. Ini karena Aceh adalah gerbang pertahanan Islam di nusantara. Maka tak perlu malu untuk belajar meski sudah berumur,” ujar Syech Fadhil di hadapan peserta tahsin yang mayoritas adalah ibu-ibu.
Selain menjadi orangtua asuh dari puluhan anak-anak perdalaman Aceh, Syech Fadhil mengaku juga fokus menggerakan tim tahsin ke seluruh Aceh.
“Kita targetnya setiap des aitu memiliki guru tahsin Alquran. Dengan demikian, tak hanya mampu membaca dengan baik dan benar, tapi juga mengetahui isi Alquran. Sehingga syiar Islam kembali membumi di Aceh,” kata sahabat Ustadz Abdul Somad ini.
“Mari bumikan kembali syiar Islam di Aceh,” ujarnya.
“Memperbaiki Aceh salah satunya dengan kembali kepada nilai-nilai agama. Jika paham isi dan kandungan Alquran, maka pelanggaran juga akan berkurang. Aceh yang kental dengan nilai-nilai agama adalah harapan kita semua,” katanya lagi.











