Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Terungkap Kuburan Massal Warga Palestina Korban Tragedi Nakba

Atjeh Watch by Atjeh Watch
28/05/2023
in Internasional
0
Terungkap Kuburan Massal Warga Palestina Korban Tragedi Nakba

Ilustrasi foto udara. Studi mengungkap tiga kemungkinan situs kuburan massal warga Palestina yang menjadi korban pembantaian selama perang 1948 atau Nakba. (Maxar Technologies via Reuters)

Jakarta – Studi mengungkap tiga kemungkinan situs kuburan massal warga Palestina yang menjadi korban pembantaian selama perang 1948 atau Nakba.

The Guardian melaporkan kemungkinan tiga kuburan itu terungkap dalam studi yang dilakukan para peneliti Arsitektur Forensik dari Universitas London, Inggris.

Mereka melakukan penelitian dengan menganalisis data kartografi dan foto udara saat Palestina di bawah genggaman Inggris.

Pada 1948, pecah perang antara Israel dan negara Arab di Palestina. Di tahun ini pula dilaporkan terjadi pembantaian, pengusiran, dan penghancuran ratusan desa.

Para peneliti mencocokkan data kartografi dan foto udara dari era tersebut dengan arsip, kesaksian dari para penyintas, pelaku pembantaian, dan catatan tentara Israel.

Data-data itu lalu digunakan untuk membuat pemodelan 3D yang menentukan kemungkinan lokasi eksekusi, kuburan massal, termasuk pemakaman yang digali atau dipindahkan.

Berdasarkan investigasi para peneliti itu, kuburan massal pertama diperkirakan berada di eks Desa Tantura di bawah tempat parkir mobil di tepi Pantai Dor. Desa tersebut pernah menjadi rumah bagi sekitar 1.500 warga Palestina.

Lokasi kuburan massal kedua berada di sebuah kebun dekat alun-alun desa dulu.

Para peneliti juga menilai salah satu tempat eksekusi diduga berada di halaman belakang rumah keluarga Haji Adnan Al Yahya.

Tulang manusia dilaporkan ditemukan di situs tersebut. Para peneliti menilai kemungkinan ada pula kuburan massal di lokasi itu.

Saat 1948, Yahya masih berumur 17 tahun. Ketika itu, ia menjadi saksi kejatuhan Tantura ke tangan Israel.

Ia berulang kali mengatakan pasukan Israel meminta dia dan satu temannya menggali kuburan di lokasi tersebut. Mereka juga dipaksa membuang lusinan mayat ke dalam galian.

“Saya tidak akan pernah melupakan hari itu, masih sangat jelas bagi saya. Dunia harus tahu apa yang terjadi pada kami di Tantura,” kata dia.

Hasil investigasi peneliti Inggris ini lalu digunakan kelompok hak asasi manusia di Palestina, Adalah, untuk mengajukan petisi pertama di Israel.

Direktur Hukum Adalah, Suhad Bishara, mengatakan sulit membantah tak ada kuburan massal di Tantura.

Komite Keluarga Tantura dan Adalah berharap hasil investigasi Arsitektur Forensik memicu lebih banyak penyelidikan soal peristiwa 1948.

“Hak keluarga mengunjungi situs-situs ini dan hak atas penguburan yang bermartabat jelas telah dilanggar menurut hukum Israel atau internasional,” ucap Bishara.

Ia kemudian berujar, “Kami berharap pengajuan ini bukan masalah pengadilan Israel memutuskan ya atau tidak, tetapi bagaimana memfasilitasi akses [keluarga korban].”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

11 Orang Tewas Usai Tertimpa Longsoran Es di Pegunungan Pakistan

Next Post

Komnas HAM Sebut Penyanderaan Pilot Susi Air Perkeruh Situasi di Papua

Next Post

Komnas HAM Sebut Penyanderaan Pilot Susi Air Perkeruh Situasi di Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Terungkap Kuburan Massal Warga Palestina Korban Tragedi Nakba

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com