BANDA ACEH – Dosen Geopolitik dan Geograsi Sejarah Universitas Syiah Kuala, H. Daska Azis S.Pd., M.A, berharap kepada semua pihak benar-benar memiliki semangat yang sama dalam menjunjung tinggi sikap terhadap nilai, harkat dan martabat kemanusiaan.
“Memartabatkan manusia merupakan sikap yang wajib diamalkan dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Ketua Jurusan Geografi Universitas Syiah Kuala (USK) ini.
“Oleh karena itu kita patut, seharusnya mendukung dan terus mendorong agar icon Rumoh Geudong diabadikan menjadi situs sejarah yang bertujuan bukan sekedar untuk diingat tetapi juga menjadikan sumber belajar generasi bangsa agar tragedi kemanusiaan yang terjadi tidak terulang.”
“Menumbuhkan sikap dan prilaku yang terus menjunjung dan memperjuangkan martabat kemanusian sesuai sila kedua pancasila supaya terus tertanam dalam sikap prilaku kita.”
“Kita berharap semua pihak harus belajar dari sejarah pahit kisah kelam itu untuk memperkuat semangat anti terhadap prilaku kejam pembantaian masalalu di Aceh tidak berulang dimanapun dan kapanpun di Republik ini.”
“Belajar dari kejadian konflik politik dan tragedi kemanusian tragis di Aceh, mari kita pelihara dan menjadikan referensi penting dalam pemperkuat penghargaan dan pembangunan kemanusiaan ditanah air kita,” ujar Daska Azis.











