Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Think Tank China Tuding India Sabotase G20 demi Kepentingan Pribadi

Atjeh Watch by Atjeh Watch
10/09/2023
in Internasional
0
Think Tank China Tuding India Sabotase G20 demi Kepentingan Pribadi

Lembaga Think Tank China menuding India ambil kentungan sebagai tuan rumah KTT G20 untuk kepentingan agenda pribadi. (MARK R. CRISTINO/Pool via REUTERS)

Jakarta – Institut Hubungan Internasional Kontemporer China (CICIR) menuding India berusaha mengambil keuntungan dari perannya sebagai tuan rumah KTT G20 untuk mempromosikan agendanya sendiri.

Lembaga yang berafiliasi dengan badan mata-mata itu menyebut tindakan India merugikan kepentingan Negeri Tirai Bambu.

Tudingan itu muncul ketika para pemimpin G20 memulai pertemuan puncak tahunan mereka yang berlangsung dua hari, di ibu kota India, New Delhi, tanpa kehadiran Presiden China Xi Jinping.

India juga mengadakan dua pertemuan G20 sebelumnya di wilayah yang disengketakan. Satu di Arunachal Pradesh yang juga diklaim Tiongkok. Satu lagi di Kashmir, yang diperebutkan oleh Pakistan.

Dilansir dari Reuters, Minggu (10/9), lembaga itu menuduh India membawa “kepentingan pribadi” terkait isu geopolitik ke panggung global.

Menurut CICIR, hal itu tidak hanya akan membantu India memenuhi tanggung jawabnya sebagai tuan rumah G20 tetapi juga menciptakan masalah lebih lanjut.

“Selain menyebabkan gejolak diplomatik dan gejolak opini publik, tindakan India menjadi tuan rumah pertemuan di wilayah yang disengketakan juga telah ‘mencuri perhatian’, menyabotase suasana kerja sama pertemuan G20 dan menghambat pencapaian hasil-hasil substantif.” kata lembaga think tank tersebut.

Tudingan itu juga disebut menjadi alasan Xi Jinping tak hadir dalam KTT tersebut. Sementara, pejabat China menolak menjelaskan ketidakhadiran tersebut. Perdana Menteri Li Qiang malah mewakili China.

CICIR juga mengatakan India telah mencoba menggunakan isu restrukturisasi utang untuk menyerang China. India pun dituduh sering bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat dalam mendukung teori “perangkap utang”.

Teori itu dilontarkan ketika Beijing menawarkan pinjaman kepada negara-negara miskin untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan seperti pelabuhan atau jalan.

CICIR menilai langkah India dapat menciptakan perbedaan dan perpecahan serta menghambat komunitas internasional dalam mencapai konsensus dan hasil-hasil substantif.

“Dan pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada citra internasional dan kepentingan pembangunan global,” imbuh lembaga itu.

Di sisi lain, China dan India telah mencari cara untuk meredakan ketegangan militer yang membara di sepanjang perbatasan negara. Namun, New Delhi menggambarkan situasi tersebut sebagai situasi yang rapuh dan berbahaya.

Sejak 2020, New Delhi juga meningkatkan pengawasan terhadap bisnis dan investasi China.

Xi, selama kunjungannya ke provinsi timur laut Heilongjiang, berjanji akan mengambil lebih banyak langkah untuk menghidupkan kembali wilayah timur laut yang lesu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Tawaran Bantuan Luar Negeri Mulai Berdatangan ke Maroko

Next Post

Waketum MUI soal Ganjar Muncul di Tayangan Azan TV: Sangat Bagus

Next Post
Waketum MUI soal Ganjar Muncul di Tayangan Azan TV: Sangat Bagus

Waketum MUI soal Ganjar Muncul di Tayangan Azan TV: Sangat Bagus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Departemen Geografi Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya Teken Implementation Agreement

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Departemen Geografi Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya Teken Implementation Agreement

04/08/2026
Puluhan Anak Ramaikan Festival Anak Sholeh KKN USK, Adu Hafalan Surah dan Azan

Puluhan Anak Ramaikan Festival Anak Sholeh KKN USK, Adu Hafalan Surah dan Azan

04/08/2026
“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

04/08/2026
Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

04/08/2026
Dari Rumah Layak Huni Menuju Ekonomi Mandiri, TMMD ke-129 Hadirkan Semangat Baru Warga Aceh Selatan

Dari Rumah Layak Huni Menuju Ekonomi Mandiri, TMMD ke-129 Hadirkan Semangat Baru Warga Aceh Selatan

04/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Think Tank China Tuding India Sabotase G20 demi Kepentingan Pribadi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com