Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

HAkA: Banyak Mispersepsi Soal Perlindungan Hutan di Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
26/01/2024
in Lintas Barat Selatan
0
HAkA: Banyak Mispersepsi Soal Perlindungan Hutan di Aceh

BLANGPIDIE – Sangat banyak mispersepsi di masyarakat kita saat ini tentang isu lingkungan di Aceh. Seolah-olah upaya menjaga lingkungan dan perlindungan hutan itu adalah upaya yang bertolak belakang pada upaya pembangunan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Farwiza Farhan saat setelah penandatanganan jalin kerjasama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya perihal pengelolaan hutan seluas 515 hektare (Ha) di kawasan Perkebunan masyarakat kabupaten setempat, Kamis (25/01/2024).

“Kenyataannya kami menemukan bahwa begitu banyak perusakan alam, kemudian berujung pada perusakan daya dukung lingkungan dan berakhir pada bencana,” kata Farwiza Farhan didampingi Sekretaris Yayasan HAkA Badrul Irfan serta Halim.

Ketika bencana terjadi, lanjutnya. Biaya bencana sangat besar. Mungkin semua orang di Aceh tahu berapa besar kerusakan karena terjadinya tsunami dan hal tersebut diuar kontrol manusia. Namun bagaimana dengan yang disebut tsunami dari gunung, seperti banjir bandang di Aceh Tamiang tahun 2006 lalu.

“Nilai kerusakan dalam waktu satu minggu banjir bandang tersebut sama dengan jumlah APBA untuk satu tahun, lebih kurang kerugian mencapai 12 T rupiah. Jadi bisa dibayangkan betapa ruginya daerah ini jika terjadi bencana, namun seringkali kerugian itu tidak di hitung di dalam budgeting kita. Namun saat ini yang terjadi adalah kita menganggap bahwa upaya perlindungan lingkungan tersebut seolah-olah untuk menghentikan pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkap Farwiza yang juga ikut didampingi Kaban Bappeda Abdya, Firmansyah, ST.

Menurut Farwiza Farhan, Kehadiran HAKa di Abdya maupun daerah lain itu bukan untuk menutup ruang gerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dibidang pertanian dan berkebun, namun untuk penataan lingkungan yang lebih baik.

“Intinya adalah penataan lingkungan yang lebih baik. Contoh sebuah kota yang tidak di tata dengan baik, sampahnya berhamburan, dimana pabrik dan pemukiman. Kehidupan masyarakat semua berantakan, penduduk tinggal disamping pembangkit listrik tenaga batu bara, tenaga uap itu menderita berbagai penyakit restiratori seperti paru-paru, itu akan ada kerugiannya di situ. Seharusnya hal tersebut di tata sesuai tempatnya, dimana areal lindung dan areal pembangunan dan ini terjadi lewat penataan ruang. Kemudian disinilah kita sport pemerintah daerah untuk merapikan upaya penataan ruang,” imbunnya.

Previous Post

Tim Evaluator Apresiasi Kinerja Pj Bupati Aceh Utara Triwulan Dua

Next Post

Dinsos Serahkan Bantuan Masa Panik ke Babul Maghfirah

Next Post
Dinsos Serahkan Bantuan Masa Panik ke Babul Maghfirah

Dinsos Serahkan Bantuan Masa Panik ke Babul Maghfirah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

14/08/2026
Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

14/08/2026
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

14/08/2026
TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

14/08/2026
RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

14/08/2026

Terpopuler

HAkA: Banyak Mispersepsi Soal Perlindungan Hutan di Aceh

HAkA: Banyak Mispersepsi Soal Perlindungan Hutan di Aceh

26/01/2024

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com