Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

KSLH Minta Pemerintah Lindungi Habitat Burung Migran di Mangrove Aceh

redaksi by redaksi
19/03/2024
in Nanggroe
0
KSLH Minta Pemerintah Lindungi Habitat Burung Migran di Mangrove Aceh

Ilustrasi - Burung cerek dan camar di Pantai Alue Naga Aceh (ANTARA/HO/Heri Tarmizi)

Banda Aceh – Peneliti burung dari Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH) meminta pemerintah melindungi habitat burung migran di Alue Naga Banda Aceh, karena populasinya terancam menurun akibat perubahan lanskap.

“Penurunan populasi burung terkait dengan perubahan lanskap, terutama pembangunan yang menyebabkan penyempitan area mangrove,” kata pegiat KSLH, Heri Tarmizi di Banda Aceh, Senin.

Heri menjelaskan kawasan mangrove Alue Naga di Pantai Timur Aceh menjadi tempat penting bagi burung bermigrasi untuk mencari pakan yang diperlukan saat perjalanan migrasi musim dingin selama enam bulan sejak Oktober hingga menjelang musim semi pada Maret.

Berdasarkan identifikasi KSLH Aceh pada 2021, terdapat tujuh spesies burung pantai dengan jumlah mencapai 2000-an bermigrasi ke pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk di kawasan Mangrove Alue Naga untuk mencari pakan.

“Bisa jadi lebih banyak hingga 2000-an untuk tujuh spesies tadi, didominasi cerek atau plover akan makan di mangrove Aceh sebelum bertolak kembali ke area berbiak di Siberia dan Rusia. Mereka butuh energi dengan makan cukup banyak,” ujarnya.

Ia menyampaikan keberadaan burung migran di sana telah menjadi sorotan bagi peneliti dan pengamat burung internasional. Laporan Birdlife Internasional pada 2019 menyebutkan hampir 20 spesies burung bermigrasi ke pesisir pantai Timur Aceh, termasuk Alue Naga.

Selain itu, tim KSLH-Aceh pada awal Maret 2024, berhasil mengamati kelompok kecil sekitar 1.500 individu burung pantai yang terdiri atas berbagai spesies, termasuk cerek pasir besar, cerek asia, cerek mongol, cerek kecil, kedidi, gajahan kecil, gajahan besar, camar kecil, serta kuntul.

Karena itu, ia berharap peran pemerintah untuk menjaga habitat burung migran tersebut agar populasinya tidak menurun, terutama di saat anomali iklim ini, keberadaannya semakin terancam.

Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat wisata atau studi penelitian burung.

“Keberadaan burung-burung migrasi di sana sebenarnya juga dapat menjadi daya tarik wisata dan menjadi objek penelitian bagi mahasiswa atau siswa,” katanya.

Ia menambahkan, KSLH-Aceh juga sedang melakukan pengumpulan data spesies melalui bioakustik bekerja sama dengan Cornell University dalam program Local-Led East Asian Flyway Acoustic (LEAFA).

“Mangrove Alue Naga direncanakan sebagai salah satu lokasi kegiatan ini. Diharapkan data yang diperoleh dapat digunakan untuk rencana aksi perlindungan mangrove dan keanekaragaman hayati di situs tersebut terutama bagi populasi burung,” kata Heri Tarmizi.

Sumber: antara

Previous Post

Penerbangan Perintis Kutacane-Banda Aceh Kembali Beroperasi

Next Post

Geger, Mayat Laki-laki Ditemukan di Bawah Jembatan Lamnyong

Next Post
Geger, Mayat Laki-laki Ditemukan di Bawah Jembatan Lamnyong

Geger, Mayat Laki-laki Ditemukan di Bawah Jembatan Lamnyong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Roni Guswandi Bacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia HUT RI ke-81 di Abdya

Roni Guswandi Bacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia HUT RI ke-81 di Abdya

17/08/2026
Siswa SMAN 9 Takengon Tampilkan Teater pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

Siswa SMAN 9 Takengon Tampilkan Teater pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

17/08/2026
Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

17/08/2026
SMAN 9 Takengon Raih Penghargaan Sekolah Terbersih dan Penataan Lingkungan

SMAN 9 Takengon Raih Penghargaan Sekolah Terbersih dan Penataan Lingkungan

17/08/2026
Camat Salamuddin Inspektur Upacara HUT Ke-81 RI di Peukan Bada

Camat Salamuddin Inspektur Upacara HUT Ke-81 RI di Peukan Bada

17/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

KSLH Minta Pemerintah Lindungi Habitat Burung Migran di Mangrove Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com