Jakarta – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon resmi memiliki pemimpin baru periode 2024-2028. Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas melantik Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, sebagai Rektor definitif di Jakarta, Senin, 29 April 2024.
Merujuk laman Kementerian Agama, pelantikan dilakukan di Kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta. Hadir sebagai saksi pada pelantikan tersebut, Sekjen Kemenag Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.T.P., M.T, dan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenag juga sebagai Plt. Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.
Prosesi pelantikan juga dihadiri, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, sejumlah pejabat Eselon 1, Staf Khusus Menteri Agama, Tenaga Ahli Menteri Agama dan sejumlah pejabat Eselon II Kemenag.
Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman yang luas. Dilahirkan di Aceh Tengah dan dibesarkan di Banda Aceh, beliau memulai perjalanan akademiknya dengan menyelesaikan pendidikan S1 di IAIN Ar-Raniry, kemudian melanjutkan ke S2 di UIA Kuala Lumpur, dan meraih gelar S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pengalaman internasionalnya juga tak kalah impresif, dengan mengikuti pelatihan Academic Management di Kanada dan memperdalam penulisan ilmiah di Hawaii, Amerika Serikat.
Sebelum dilantik sebagai Rektor IAIN Takengon, Prof. Ridwan telah mengemban berbagai posisi dalam dunia akademik perguruan tinggi, termasuk sebagai Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Pembantu Dekan I, Wakil Dekan I, Kepala Pusat Penjaminan Mutu Akademik, dan Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana di UIN Ar-Raniry.
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, baik di tingkat mahasiswa maupun alumni, menunjukkan komitmennya dalam mengabdi pada dunia pendidikan.
Dengan pengalaman dan komitmen yang dimilikinya, diharapkan Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, dapat membawa IAIN Takengon menuju puncak kejayaan dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing global, dan berintegritas tinggi.
Semoga kepemimpinannya memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Aceh Tengah Khususnya dan Indonesia pada umumnya serta berkontribusi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.











