BANDA ACEH – Tim dari Kota Subulussalam terdiri dari tiga orang siswi harus puas keluar sebagai runner atau juara dua tingkat provinsi pada lomba National Schools Debating Championship (NSDC) jenjang SMA yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh.
Kegiatan lomba yang diikuti 23 kabupaten/kota itu berlangsung selama dua hari, dari tanggal 28 sampai 29 Mei 2024 di Aula Disdik Aceh, ditutup oleh Kadisdik Aceh, Marthunis ST DEA diwakili Sekdisdik, Fachrial SPt MSi pada Rabu (29/5/2024).
Tim dari Kota Subulussalam berhasil meraih medali perak dangan tampilnya tiga orang siswi SMA Dayah Perbatasan Minhajussalam atas nama Khairunnsa Br. Nasution, Enmiya Zahra Gadiza Kombih dan Riska Fadillah.
Menanggapi prestasi itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil kepada media ini, Kamis (30/5) menyampaikan, terima kasih dan apresiasi kepada tim debat Bahasa Inggris dari Kota Subulussalam.
“Ketiga orang siswi ini merupakan anak-anak emas dari SMA Dayah Perbatasan Minhajussalam yang menjadi finalis di tingkat provinsi tidaklah mudah sampai ke tahap ini,” ujar Antoni.
Kata Antoni, kita saksikan mulai babak penyisihan hingga dipertemukan tim terbaik dari Kota Banda Aceh, hanya selisih nilai tipis yang membedakan juara satu dan dua.
Kacabdis menuturkan, pelajaran yang kita petik untuk menjadi terbaik bukan diwariskan kerena kehebatan masa lalu, tapi kegigihan dan keuletan menyambut masa depan.
“Tim yang hebat itu kepala sekolah, guru pelbimbing dan budaya kerja keras yang konsisten dari semua warga sekolah menjadi penentu sehingga bisa tampil di panggung provinsi yang super persaingannya sangat ketat,” ungkap Antoni.
Ditambahakannya, prestasi ini merupakan pertama kali diraih oleh sekolah dari Kota Subulussalam dalam ajang debat Bahasa Inggris di tingkat provinsi.
Antoni mengucapkan selamat kepada anak-anak emas yang meraih juara satu dari Kota Banda Aceh, mereka pantas mewakili Aceh di panggung nasional.
Begitu juga halnya bagi peserta lain yang belum menjadi juara, tetap terbaik dan bertalenta menjadi orang hebat di masa depan, karena di panggung debat ini mental kokoh pendirian, kritis dan bernarasi dengan data untuk mempengaruhi orang lain.
Sehingga katanya, semua orang mengakui gagasan yang disampaikan adalah modal untuk menjadi orang yang diistimewakan.
“Apresiasi kepada panitia pelaksana dari Disdik Aceh, MKKS SMA Provinsi Aceh yang menyelenggarakan kompetisi dengan baik dan menghadirkan dewan juri yang profesional, sukses dan salam literasi,” ucap Antoni.
Sementara itu Kepala Seksi Manajemen GTK dan Mutu Kesiswaan Cabdisdik Subulussalam-Singkil, Baihaqi SSi mengatakan, saat acara penutupan seleksi lomba debat Bahasa Inggris untuk Wilayah Kota Subulussalam dan Aceh Singkil sudah memotivasi peserta untuk bisa meraih juara.
“Saya sudah memotivasi kepada siswa yang berlomba di tingkat provinsi, kita harus bisa masuk tiga besar, kita tunjukkan bahwa walau kita berada di daerah terjauh di Aceh namun kita bisa berprestasi dan kita juga bisa,” kata Baihaqi.
Atas perjuangan dan tampil percaya diri, Alhamdulillah hari ini mereka sudah menunjukkan kemampuannya ternyata bisa menjadi juara dua dari seluruh kabupatn/kota yang ikut serta.
“Terima kasih atas perjuangan Khairunnsa Br. Nasution, Enmiya Zahra Gadiza Kombih dan Riska Fadillah serta guru pembimbing yang telah mengharumkan Kota Sadakata,” pungkas Baihaqi.











