Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI Bawa Petani Aceh Belajar Hilirisasi Pertanian ke Indramayu

redaksi by redaksi
27/06/2024
in Ekonomi
0
BI Bawa Petani Aceh Belajar Hilirisasi Pertanian ke Indramayu

Banda Aceh – Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh membawa enam kelompok tani dan tiga unit usaha pesantren untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, guna menjajaki peluang pengembangan komoditas padi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi Aceh Syafiqar Nabil di Indramayu, Rabu, mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani, khususnya dalam membangun korporatisasi tani dalam bentuk koperasi.

“Kami membawa teman-teman kelompok petani dan pesantren ke lokasi-lokasi yang best practice, champion, agar bisa diambil ilmu-ilmu untuk dibawa dan diterapkan di Aceh,” kata Syafiqar dalam keterangan yang diterima di Aceh.

Ia menjelaskan, upaya pembelajaran kelompok petani binaan Bank Indonesia Aceh ini dilakukan seiring dengan penyelenggaraan kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Apalagi saat ini, lanjut dia, Bank Indonesia Aceh juga sedang mengembangkan pilot project budidaya tanaman padi semi organik dan pengkajian kelayakan pengembangan Rice Milling Unit (RMU) di Aceh.

Selama di Indramayu, petani mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulus di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, untuk mempelajari korporatisasi pertanian dalam peningkatan produktivitas.

“Karena di sini (Indramayu, red) mereka bisa konstan di sekitar 9 ton per hektare produksi padi, sedangkan kalau kami di Aceh itu masih di rata-rata 5 sampai 6 ton per hektare,” ujarnya.

Petani Aceh juga belajar kepada Gapoktan Tani Mulus terkait penguatan korporasi mulai dari pelatihan, penguatan kelembagaan, pembiayaan, akses pemasaran, digitalisasi, bantuan sosial dan teknologi.

Kemudian, kata Syafiqar, mereka juga mengunjungi Gapoktan Sri Makmur untuk mempelajari pengembangan padi organik. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Aceh yang sedang melakukan sertifikasi organik ke kelompok-kelompok tani di Aceh.

“Organik ini artinya, seluruh input yang digunakan untuk penanaman itu tanpa bahan kimia, mulai dari pupuk organik dan sebagainya, karena itu juga bisa berdampak ke kualitas produksi termasuk kuantitas juga,” ujarnya.

Selain berkunjung ke Gapoktan Tani Mulus dan Gapoktan Sri Makmur, petani Aceh itu juga mengunjungi Gapoktan Fajaragung di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk belajar padi organik serta ke Ponpes Al Wizan Wanajaya guna mempelajari pengembangan agrowisata.

Gapoktan yang ikut dalam studi banding ini yakni Gapoktan Rahmat Bersama asal Kabupaten Aceh Barat, Kelompok Tani Makmu Beusare, Bina Sejahtera dan Rahmat Diteuka asal Aceh Barat, Kelompok Tani Bertani asal Aceh Besar, dan Makmu Beusare Sejahtera asal Pidie.

Kemudian tiga unit usaha pesantren yakni Pesantren Ummul Ayman 3 asal Pidie Jaya, Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah asal Aceh Besar, dan Pesantren Najatul Fata asal Aceh Besar.

Sumber: antara

Previous Post

Pembinaan Nazir Lhokseumawe dan Aceh Utara, Kakanwil Azhari Ajak Kreatif, Inovatif, dan Energik

Next Post

Dua Anggota Polisi di Aceh Terpilih Sebagai Peserta MTQ Nasional

Next Post
Dua Anggota Polisi di Aceh Terpilih Sebagai Peserta MTQ Nasional

Dua Anggota Polisi di Aceh Terpilih Sebagai Peserta MTQ Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan di Aceh Lewat Hibah Antar Daerah

8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan di Aceh Lewat Hibah Antar Daerah

23/04/2026
Polda Aceh Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa

Polda Aceh Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa

23/04/2026
Tujuh Toko Terbakar di Lhoong Aceh Besar

Tujuh Toko Terbakar di Lhoong Aceh Besar

23/04/2026
PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

23/04/2026
Coffee Morning LPPM IAIN Takengon: Exploring Emotional and Psychological Healing in The Qur’an

Coffee Morning LPPM IAIN Takengon: Exploring Emotional and Psychological Healing in The Qur’an

23/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com