Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Akademisi: Aceh Perlu Perbaikan Karst Agar Kekeringan Tak Berulang

redaksi by redaksi
11/07/2024
in Nanggroe
0
Akademisi: Aceh Perlu Perbaikan Karst Agar Kekeringan Tak Berulang

Ilustrasi - Seorang warga melintas di areal sawah yang retak-retak akibat kekeringan di Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kab Aceh Besar, Aceh, Sabtu (1/2).

Banda Aceh – Akademisi Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh TM Zulfikar menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar perlu memperbaiki wilayah karst di kawasan Lhoknga, sebagai solusi mencegah kekeringan yang terus berulang.

“Perlu perbaikan wilayah karst yang sudah mulai rusak dan tidak lagi mampu menyimpan air,” katanya di Banda Aceh, Rabu.

Sebagai informasi, Pemkab Aceh Besar telah memberlakukan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lhoknga. Penetapan status bencana tersebut agar penanganan dapat dilakukan secara komprehensif dan keberlanjutan.

Dosen teknik lingkungan USM itu mengatakan kekeringan di Aceh Besar itu hampir setiap tahunnya terjadi, maka diperlukan langkah jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Karena itu, lanjutnya, perlu perencanaan program, seperti perlindungan sumber air di wilayah sungai yang mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar Lhoknga melalui upaya konservasi sumber daya air, termasuk strategi pengendalian daya rusak air, pendayagunaan sumber daya air, dan sistem informasi yang mampu diakses para pihak.

Selain itu, kata dia, juga diperlukan rencana pengelolaan air secara terpadu. Karena kedepannya kekeringan ini tidak hanya terjadi di kawasan Lhoknga saja, besar kemungkinan juga di kecamatan lainnya.

“Maka semua ini perlu dikomunikasikan, termasuk sumber daya dan dananya. Baik dengan pihak provinsi maupun nasional sesuai kewenangannya,” ujar TM Zulfikar.

Untuk jangka pendek, kata dia, Pemkab Aceh Besar perlu menyiapkan rencana penanggulangan, termasuk bagaimana mitigasi bencana dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Kemudian, kekurangan air saat ini juga harus diatasi dengan berbagai tindakan cepat, seperti penyiapan kolam-kolam penampungan dan pembersihan sumber air wilayah sungai yang belum kering,” katanya.

Dalam kesempatan ini TM Zulfikar juga meminta Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar perlu memastikan jumlah total masyarakat yang kekurangan air di Kecamatan Lhoknga, sehingga ketersediaan air yang ada benar-benar cukup untuk korban kekeringan.

Ia mengingatkan jangan sampai terjadi overlap, dimana hanya orang-orang tertentu saja yang dilayani kebutuhan air, sementara ada masyarakat yang paling membutuhkan justru tidak terlayani.

“Hindari konflik baik vertikal maupun horisontal, termasuk bagaimana peran dan tanggung jawab perusahaan di sekitar wilayah tersebut dalam membantu pemerintah,” kata TM Zulfikar.

Sumber: antara

Previous Post

Terdakwa Korupsi RSUDYA Aceh Selatan Dinyatakan Lepas dari Pidana

Next Post

FDK UIN Ar-Raniry Sukseskan PKM Nasional di Palembang

Next Post
FDK UIN Ar-Raniry Sukseskan PKM Nasional di Palembang

FDK UIN Ar-Raniry Sukseskan PKM Nasional di Palembang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

06/09/2026
Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

06/09/2026
Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

06/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Akademisi: Aceh Perlu Perbaikan Karst Agar Kekeringan Tak Berulang

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com