Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Warga Swedia Mulai Timbun Makanan, Antisipasi Ancaman Perang

redaksi by redaksi
05/10/2025
in Internasional
0
Warga Swedia Mulai Timbun Makanan, Antisipasi Ancaman Perang

Warga Swedia mulai menimbun bahan makanan untuk berjaga-jaga terjadi perang buntut memanasnya konflik di Eropa. (AFP/Jonathan Nackstrand)

Jakarta – Warga Swedia mulai menimbun bahan makanan untuk berjaga-jaga terjadi perang. Hal itu dilakukan karena konflik di Eropa terasa makin dekat dan pemerintah mendorong warga untuk lebih siap.

Dalam sebuah pameran kesiapsiagaan di barat daya Stockholm, Sirkka Petrykowska (71) mengatakan kepada AFP bahwa ia serius menghadapi kemungkinan perang dan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Saya sudah membeli kompor camping. Saya mengikuti kursus tentang cara pengawetan tradisional, di mana sayuran, daging, dan buah bisa diawetkan hingga 30 tahun tanpa lemari es,” kata Petrykowska, dikutip AFP, Sabtu (4/10).

“Saya juga sudah menyiapkan selimut untuk kehangatan, membeli kompor gas untuk pemanas, dan menimbun persediaan di rumah pedesaan saya,” lanjutnya.

Pada akhir September lalu, Swedia menggelar Pekan Kesiapsiagaan tahunan, di mana pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran publik sebagai bagian dari strategi “pertahanan total” negara itu.

Strategi itu dihidupkan kembali pada 2015 setelah Rusia mencaplok Krimea, dan langkah-langkah tambahan diperkenalkan termasuk penunjukan menteri pertahanan sipil setelah invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Tujuannya adalah untuk memobilisasi seluruh masyarakat, mulai dari pemerintah, warga, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama melawan agresi bersenjata sambil menjaga fungsi-fungsi esensial tetap berjalan.

Di Swedia, fokus utamanya adalah tanggung jawab masing-masing orang. Warga diminta menyiapkan persediaan makanan yang cukup untuk hidup mandiri setidaknya tujuh hari tanpa bantuan luar saat terjadi krisis.

“Dengan begitu sumber daya bisa lebih dulu diarahkan, misalnya, untuk orang lanjut usia dan orang sakit. Sementara itu, masyarakat punya waktu untuk menyesuaikan diri sehingga semua orang bisa mendapat bantuan,” tulis Badan Pangan Swedia di situs resminya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Sipil Swedia (MSB) telah menerbitkan daftar makanan yang direkomendasikan untuk ditimbun, yakni yang tinggi lemak dan protein serta mudah disimpan.

Daftar itu mencakup pesto, daging atau ikan kering, selai, cokelat, kentang tumbuk, susu bubuk, dan biskuit.

Martin Svennberg, seorang pengembang bisnis dari Stockholm, benar-benar menanggapi saran itu dan menimbun persediaan makanan cukup banyak di ruang bawah tanah rumahnya untuk keluarganya.

Di dalam kotak-kotak yang ditumpuk di gudang sempit terdapat 100 kg tepung, puluhan kaleng makanan, serta berbagai makanan kering beku. Makanan itu cukup untuk bertahan tiga bulan.

Bagi dirinya, makanan bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan moral, yang sangat penting dalam situasi darurat.

“Menyimpan makanan yang kamu suka dan biasa kamu makan dalam kehidupan sehari-hari, menurut saya itu sangat penting,” kata Svennberg.

“Maksud saya, ketika kamu pulang ke rumah ibu atau ayahmu dan mendapat makanan yang mereka buat sejak kamu kecil, kamu merasakan kelegaan dan nostalgia. Hal yang sama juga berlaku untuk makanan dalam situasi krisis.”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pusat Tunjuk Mayjen TNI (Purn) Soedarmo Ketua Caretaker KONI Aceh

Next Post

Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki

Next Post
Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki

Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

03/08/2026
Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

03/08/2026
Darwati Serap Aspirasi Pendidikan Inklusif, Soroti Perlunya Regulasi yang Lebih Adaptif

Darwati Serap Aspirasi Pendidikan Inklusif, Soroti Perlunya Regulasi yang Lebih Adaptif

03/08/2026
Balai Pelestarian Kebudayaan Gandeng Mahasiswa KKN USK Gelar Lomba Baca dan Tulis Hikayat Aceh

Balai Pelestarian Kebudayaan Gandeng Mahasiswa KKN USK Gelar Lomba Baca dan Tulis Hikayat Aceh

03/08/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Patroli Gabungan Jam Malam

Satpol PP dan WH Aceh Besar Patroli Gabungan Jam Malam

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Warga Swedia Mulai Timbun Makanan, Antisipasi Ancaman Perang

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com