BLANGPIDIE – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Barat Daya (Abdya), Hasrul Hasan sangat menyayangkan tingkah laku para pedagang nakal yang menaikkan harga barang pokok secara tidak wajar pasca-banjir.
Selain bahan sembako, pedagang nakal juga menaiki harga bahan strategi seperti BBM dan Gas. Bagaiman tidak, di kabupaten tersebut BBm dan Gas dijual dengan harga tinggi, misalnya harga normal Pertalite hanya Rp10. 000 namun dijual eceran dengan harga tidak wajar 20.000/liter bahkan lebih.
“Ini dianggap sangat tidak etis dan dapat memperburuk kondisi masyarakat yang sedang terdampak bencana,” kata Hasrul, Selasa (02/12/2025).
Atas kondisi seperti saat ini, ia mengecam keras tindakan pedagang nakal ini. Harus Hasan juga meminta kepada pihak Kepolisian setempat untuk mengambil tindakan tegas. Terutama para penimbun atau pelansir minyak di SPBU.
“Mereka harusnya peduli dengan masyarakat, bukan malah memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi,” kata Hasrul.
Kadin Abdya juga meminta agar pedagang yang terbukti melakukan penimbunan dan penyesatan harga dapat ditindak tegas. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan pedagang yang melakukan praktik tidak etis ini.
“Laporkan aja, jika ada pedagang nakal. Baik penjual BBM enceran maupun pedagang LPG,” pungkasnya.










