SIGLI – Laskar Prabowo 08 Aceh meminta pemerintah dan Pertamina untuk segera mengatasi krisis gas, listrik, dan jaringan Handphone di Aceh. Mereka juga meminta agar pasokan gas dan listrik dijamin, serta jaringan komunikasi diperbaiki agar masyarakat dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan baik setelah 12 hari paska bencana Alam yang malanda Aceh.
Hal itu dikatakan Ketua Laskar Prabowo 08 Aceh, Rauna Mahfud kepada Atjehwatch.com Sabtu 6 Desember 2025.
Ketua Laskar Prabowo 08 Aceh, Rauna Mahfud, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas krisis gas yang melanda beberapa kabupaten di Aceh, termasuk Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun. Situasi ini diperparah dengan padamnya listrik dan putusnya jaringan handphone, sehingga masyarakat semakin kesulitan mendapatkan informasi dan bantuan.
“Kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Masyarakat Aceh sudah cukup menderita akibat bencana, kini mereka harus menghadapi kesulitan mendapatkan gas, listrik, dan jaringan komunikasi. Ini adalah kegagalan total dari pemerintah dan Pertamina,” ujar Rauna Mahfud.
Rauna Mahfud meminta pemerintah dan Pertamina untuk segera mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi krisis ini.
“Kami mendesak pemerintah dan Pertamina untuk memastikan kecukupan pasokan gas dan listrik di setiap kabupaten di Aceh. Jangan biarkan masyarakat Aceh terus menderita akibat kegagalan infrastruktur dasar,” tegasnya.
Selain itu, Rauna Mahfud juga meminta pemerintah untuk memastikan jaringan komunikasi berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat dapat mendapatkan informasi dan bantuan yang mereka butuhkan.
“Jaringan HP yang putus dan listrik yang padam membuat masyarakat tidak dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Ini sangat berbahaya dan tidak dapat dibiarkan,” desaknya.
Laskar Prabowo 08 Aceh akan terus memantau perkembangan dan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah dan Pertamina untuk memastikan kebutuhan masyarakat Aceh terpenuhi.
“Kami tidak akan diam dan akan terus mengawal situasi ini sampai masyarakat Aceh mendapatkan hak-hak mereka,” ujar Rauna Mahfud.[Mul]








