MEUREUDU – Sebulan lebih paska banjir melanda kabupaten Pidie Jaya dua sekolah (madrasah) MIN 4 Pidie Jaya dan MTsS Meurah Dua masih belum bisa melanjutkan proses belajar mengajar dikarenakan masih berlumpur dan tidak ada tempat untuk dirikan tenda untuk aktifitas sekolah sementara.
Hal itu dikatakan Kepala Kemenag Pidie Jaya Mulyadi SAg MPd kepada Atjehwatch.com Rabu 7 Januari 2025.
Dikatanya, dua madrasah (sekolah) yang masih lumpuh adalah MIN 4 Pidie Jaya dan MTsS Meurah Dua. Kedua sekolah tersebut berada di Gampong Dayah Kreut Meurah Dua. Hingga saat ini daerah tersebut dalam proses pembersihan fasilitas umum dan rumah warga masih tertimbun lumpur paska banjir.
“Area halaman kedua Madrasah masih berlumpur, jalan menuju Madrasah juga masih berlumpur, sebagian ruang belajar bisa ditempati tapi karena akses keruang belajar tidak bisa dilalui maka sementara kita tunda dulu proses belajar mengajar di dua madrasah tersebut, namun demikian kita tetap berusaha melakukan pembersihan secepatnya dengan kemampuan yang ada, sehingga kita usahakan anak-anak segera bisa kembali belajar dengan nyaman,” kata Mulyadi SAg MPd, Kemenag Pidie Jaya.
Seharusnya, saat ini di sekolah dan madrasah sedang memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, yang dimulai serentak pada tanggal 5 Januari 2026, tapi masih ada anak-anak sekolah di daerah paska Bencana yang belum bersekolah. Ini menjadi tanda tanya publik dan sungguh sangat di sayangkan anak negeri yang ingin menuntun ilmu di bangku sekolah tapi belum bisa bersekolah setelah sebulan lebih banjir dan longsor melanda daerah Aceh kususnya Pidie Jaya.[Mul]












