Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Krak, Amran Guyur 17 Juta Bibit Kopi ke Aceh

redaksi by redaksi
16/07/2026
in Lintas Tengah
0
Krak, Amran Guyur 17 Juta Bibit Kopi ke Aceh

Amran sebut pihaknya telah menyalurkan sekitar 17 juta bibit kopi untuk pengembangan perkebunan di Aceh. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah menyalurkan sekitar 17 juta bibit kopi untuk pengembangan perkebunan di Aceh.

Amran mengatakan program itu telah mencakup pengembangan kebun kopi seluas 17 ribu hektare di berbagai daerah di Aceh. Ia juga memastikan pemerintah akan menambah bantuan pengembangan kopi pada 2027.

“Kopi, kita tanam kopi, laporannya Pak Bupati tadi itu bisa meningkatkan pendapatan petani, pekebun di sini Rp4 triliun (per tahun). Itu kita berikan 17 ribu hektare, dengan jumlah batang 17 juta kopi untuk seluruh Aceh. Insya Allah tahun depan kita akan tingkatkan, yang penting ini dirawat dengan baik,” kata Amran di Rimba Raya KM 60, Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7).

Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani kopi di Aceh. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pengembangan kopi itu disebut mampu mendongkrak pendapatan pekebun hingga sekitar Rp4 triliun.

Amran juga mengapresiasi proses pendampingan yang dilakukan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan di Aceh, mulai dari penyediaan bibit hingga pengawalan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Pembibitannya sangat bagus, kami sangat puas. Juga PPL, saya terima kasih. Ini bekerja dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amran menilai kopi Gayo memiliki posisi penting di pasar internasional. Ia menargetkan nilai ekspor kopi Indonesia yang saat ini sekitar Rp40 triliun dapat meningkat menjadi Rp100 triliun, bahkan hingga Rp200 triliun dalam beberapa tahun mendatang.

“Ekspor kita sudah mencapai nilainya Rp40 triliun. Kalau bisa kita tingkatkan sampai Rp100 triliun ke depan, bila perlu Rp200 triliun. Itu pasti bisa,” ujarnya.

Ia mengatakan potensi kopi Gayo masih sangat besar untuk dikembangkan karena telah memiliki reputasi di pasar global.

“Bagaimana kopi Gayo menggetarkan dunia, bila perlu seluruh dunia ini mencicipi kopi Gayo,” kata Amran.

Amran juga mengungkapkan pengalaman yang menurutnya menunjukkan besarnya pengakuan dunia terhadap kopi Gayo. Ia mengaku pernah berbincang dengan eks Presiden AS Bill Clinton saat melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina, dan salah satu topik yang dibahas adalah kopi asal Aceh tersebut.

“Ada pengalaman saya. Waktu kami kunjungan ke Meksiko dan Argentina, ketemu Bill Clinton. Yang dibahas adalah kopi Gayo. Di situ saya terharu,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah akan melanjutkan dukungan terhadap pengembangan perkebunan kopi, tidak hanya di Aceh tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Insya Allah kami akan bantu petani kopi se-Indonesia, termasuk Aceh. Sudah dua tahun, tahun depan lagi. Kami mesti anggarkan dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Amran.

Selain peningkatan produksi, pemerintah juga berupaya menjaga harga kopi di tingkat petani. Amran menyebut harga kopi Gayo saat ini telah mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Ia menambahkan salah satu kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah adalah penataan ekspor melalui mekanisme satu pintu agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga komoditas di pasar internasional.

Program pengembangan kopi tersebut merupakan bagian dari percepatan hilirisasi subsektor perkebunan yang dijalankan Kementan.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk mengembangkan tujuh komoditas strategis, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete, dengan target pengembangan kebun rakyat seluas 870 ribu hektare pada periode 2025-2027.

Langkah itu ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperkuat kesejahteraan pekebun di berbagai daerah.

Sumber: CNNIndonesiaa

Previous Post

Viral, Satpol PP Aceh Barat Ambil Uang Pengemis Tunanetra

Next Post

DLHK Aceh Timur Ungkap Sumur Minyak yang Meledak Belum Berizin

Next Post
DLHK Aceh Timur Ungkap Sumur Minyak yang Meledak Belum Berizin

DLHK Aceh Timur Ungkap Sumur Minyak yang Meledak Belum Berizin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DLHK Aceh Timur Ungkap Sumur Minyak yang Meledak Belum Berizin

DLHK Aceh Timur Ungkap Sumur Minyak yang Meledak Belum Berizin

16/07/2026
Krak, Amran Guyur 17 Juta Bibit Kopi ke Aceh

Krak, Amran Guyur 17 Juta Bibit Kopi ke Aceh

16/07/2026
Viral, Satpol PP Aceh Barat Ambil Uang Pengemis Tunanetra

Viral, Satpol PP Aceh Barat Ambil Uang Pengemis Tunanetra

16/07/2026
Pembinaan Guru PAI di Aceh Tamiang Bekali Pendidik Manfaatkan AI untuk Pembelajaran

Pembinaan Guru PAI di Aceh Tamiang Bekali Pendidik Manfaatkan AI untuk Pembelajaran

16/07/2026
Illiza Serahkan Bantuan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Illiza Serahkan Bantuan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah

16/07/2026

Terpopuler

Polda Lampung Berhasil Amankan DPO Kasus Narkotika dari Aceh

Polda Lampung Berhasil Amankan DPO Kasus Narkotika dari Aceh

14/07/2026

DPRK Desak Bupati Copot Pengurus MPU Pidie Jaya yang Berpolitik

Kemana Mengalir Dana Bencana Rp36 Miliar? Aliansi Pemuda Minta Pemkab Pidie Jaya Buka Seluruh Dokumen

Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

Ohku, Wabup Koreksi Nilai Dana Bencana Jadi Rp38 Miliar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com