Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Hutama Karya Rampungkan 95% Proyek Tanggap Darurat SDA di Aceh, Target Tuntas Akhir Juli

redaksi by redaksi
19/07/2026
in Lintas Timur
0
Hutama Karya Rampungkan 95% Proyek Tanggap Darurat SDA di Aceh, Target Tuntas Akhir Juli

BANDA ACEH – PT Hutama Karya (Persero) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan tanggap darurat pascabencana di Provinsi Aceh melalui pelaksanaan Proyek Tanggap Darurat Bencana Sumber Daya Air (TD SDA) Aceh. Hingga awal Juli 2026, Hutama Karya telah mencatatkan progres pekerjaan sebesar 95%. Pelaksanaan pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan infrastruktur sumber daya air terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Hutama Karya telah menyelesaikan pekerjaan normalisasi dan pengalihan alur sungai pada 30 titik dengan total panjang mencapai 16 kilometer. Pekerjaan rehabilitasi ini dilakukan untuk memulihkan fungsi aliran sungai sekaligus mengurangi potensi terjadinya banjir dikemudian hari akibat penumpukan sedimentasi dan perubahan alur sungai.

Selain itu pekerjaan normalisasi sungai, Hutama Karya turut melakukan pekerjaan pengamanan lereng sungai melalui pekerjaan dinding penahan tanah dengan konstruksi bronjong pada 17 titik penanganan yang tersebar di Provinsi Aceh. Hingga saat ini, 12 titik sungai yang terdampak bencana telah berhasil dipulihkan, sementara 5 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan. Beberapa lokasi tersebut berada di wilayah Natam, Kabupaten Aceh Tenggara; Aibobo, Rikib Ghaib, dan Penomon di Kabupaten Gayo Lues; serta Lawet di Kabupaten Aceh Barat. Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal pada akhir Juli 2026.

Pekerjaan bronjong dipilih sebagai metode pengamanan lereng sungai karena efektif dalam memperkuat bantaran sungai dan melindungi kawasan di sekitarnya dari risiko erosi, longsor, serta luapan air. Konstruksi ini menggunakan susunan batu yang ditempatkan dalam anyaman kawat baja galvanis sehingga mampu menyesuaikan pergerakan tanah, memiliki waktu pemasangan yang relatif cepat, serta memberikan perlindungan jangka panjang bagi infrastruktur dan permukiman masyarakat di sekitar sungai. Penerapannya pada Proyek TD SDA Aceh difokuskan pada area bantaran sungai yang berdekatan dengan fasilitas umum, lahan pertanian, dan permukiman warga guna menjaga kestabilan lereng serta mengurangi risiko kerusakan akibat peningkatan debit air sungai.

Melalui pekerjaan tersebut, Hutama Karya turut mendukung perlindungan kawasan permukiman masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur umum yang berada di sekitar aliran sungai pada sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat terus berjalan dengan aman dan lancar, terutama pada musim hujan maupun saat terjadi peningkatan debit air sungai.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa percepatan penyelesaian Proyek TD SDA Aceh merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur sumber daya air di masa mendatang.

“Hutama Karya berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat guna. Melalui pekerjaan pengamanan lereng sungai menggunakan konstruksi bronjong, kami berharap masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik dari risiko banjir dan erosi sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa depan,” ujar Hamdani.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya menghadapi berbagai tantangan di lapangan seperti tingginya debit sungai, curah hujan yang tinggi, hingga kondisi lokasi penanganan yang tersebar di berbagai wilayah. Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai target, perusahaan melakukan berbagai langkah mitigasi mulai dari pembangunan tanggul sementara, dewatering, optimalisasi jam kerja, hingga pengelompokan area pekerjaan berdasarkan zona penanganan.

Hutama Karya juga memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu dan keselamatan melalui pengendalian kualitas pada setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pemeriksaan material kawat bronjong dan batu pengisi, pemeriksaan pondasi, sambungan kawat, hingga pengujian kuat tarik dan lapisan galvanis pada material bronjong yang digunakan.

Ke depan, Hutama Karya akan terus mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Penyelesaian Proyek TD SDA Aceh diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat infrastruktur nasional yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Previous Post

Illiza Ajak Wisatawan Malaysia Telusuri Jejak Sejarah Putroe Phang

Next Post

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

Next Post
Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ismawardi Minta Panitia Nobar Piala Dunia di Halaman Kantor Walikota Pisahkan Penonton Pria dan Wanita

Ismawardi Minta Panitia Nobar Piala Dunia di Halaman Kantor Walikota Pisahkan Penonton Pria dan Wanita

19/07/2026
Mahasiswa KKN USK Meriahkan Senam Rutin di Puskesmas Bandar Baru

Mahasiswa KKN USK Meriahkan Senam Rutin di Puskesmas Bandar Baru

19/07/2026
Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

19/07/2026
Danrem Minta Dandim Fokus Bantu Penanganan Bencana di Aceh

Danrem Minta Dandim Fokus Bantu Penanganan Bencana di Aceh

19/07/2026
Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19/07/2026

Terpopuler

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

18/07/2026

Terduga Pelaku Perampokan di Tokoh Emas Tapaktuan Ditangkap Polisi

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

Siapa Sebenarnya Sosok Kapolres Abdya yang Baru, Ini Profil AKBP Ade Gita Rachmadi

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com